Land Bank Intiland Cukup Sampai 20 Tahun

Cadangan lahan (land bank) PT Intiland Development Tbk (DILD) cukup sampai 20 tahun terhitung sejak 2026/foto: landbank.co.id

Jakarta, landbank.co.id– Cadangan lahan (land bank) PT Intiland Development Tbk (DILD) cukup sampai 20 tahun terhitung sejak sekarang.

Mengutip data emiten properti berkode saham DILD di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini land bank yang digenggam Intiland mencapai 2.028,03 hektare yang tersebar di 22 lokasi.

Bacaan Lainnya

Land bank alias lahan yang belum dikembangkan Intiland itu tercatat untuk periode hingga akhir 2025, sedangkan pada akhir 2024, mencapai seluas 2.011,90 hektare.

Mengutip laporan keuangan developer yang didirikan pada 1983 tersebut, nilai tanah yang belum dikembangkan pada 2025 sebesar Rp3,55 triliun, sedangkan tahun 2024 senilai Rp3,90 triliun.

Tanah yang belum dikembangkan dinyatakan sebesar mana yang lebih rendah biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga jual dikurangi dengan estimasi biaya penyelesaian lainnya untuk siap dijual.

Baca juga: Optimisme Intiland Berbuah di Lini Perumahan

Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan meliputi biaya praperolehan dan perolehan tanah dipindahkan ke tanah yang sedang dikembangkan pada saat pematangan tanah telah dimulai atau dipindahkan ke bangunan yang sedang dikonstruksi pada saat tanah tersebut siap dibangun.

Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, mayoritas lahan yang belum dikembangkan Intiland itu terletak di Maja, Banten, yakni seluas 1.068,68 hektare atau sekitar 53 persen dari total lahan.

Dari sisi nilai, lokasi yang terbesar adalah di Tangerang, Banten,  yakni senilai Rp510,04 miliar atau setara dengan sekitar 14 persen dari total nilai lahan yang belum dikembangkan milik Intiland.

 

Strategi 2026

Sementara itu, Direktur Utama PT Intiland Development Tbk, Archied Noto Pradono, menyatakan bahwa strategi utama Perseroan tahun ini masih terfokus pada upaya menurunkan jumlah utang atau deleveraging.

Baca juga: Kawasan Industri Dorong Kinerja Intiland

Strategi ini menjadi bagian penting dari kebijakan Perseroan untuk mengurangi beban keuangan, menjaga efisiensi operasional, dan memperkuat fundamental usaha.

Tahun 2025, Intiland berhasil menurunkan jumlah utang sebesar 25 persen menjadi Rp3,08 triliun dari Rp4,11 triliun pada 2024.

Pos terkait