Jakarta, landbank.co.id– PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) memberi sinyal bahwa pihaknya akan terus menambah cadangan lahan (landbank) dengan memanfaatkan modal kerja (capital expenditure/capex) yang telah dianggarkan.
“Mengenai capex tahun 2026 yang sedang berjalan seperti biasa kami tetap akan melakukan land acquisition di area kawasan yang sudah ada,” ujar manajemen PT Summarecon Agung Tbk dalam paparan publik, baru-baru ini.
Mengutip laporan keuangan PT Summarecon Agung Tbk, landbank emiten berkode saham SMRA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini tersebar di tak kurang dari 11 lokasi.
“Summarecon memiliki landbank sekitar 1.800 hektare dan akuisisi lahan baru masih akan berjalan yang merupakan dapurnya pengembang,” tutur manajemen SMRA.
Baca juga: Cluster Rinoka Jadi Hunian Baru Summarecon Mutiara Makassar
Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, mayoritas landbank Summarecon terletak di proyek Summarecon Bogor, Bogor, Jawa Barat, yakni sekitar 20 persen.
Mengutip materi paparan publik Perseroan, Summarecon Bogor berdiri di atas lahan seluas 431 hektare dan mulai dikembangkan pada 2020.
Lahan yang telah dibangun di proyek itu mencapai seluas 60 hektare alias 14 persen dari total lahan yang ada sehingga lahan tersedia untuk dibangun seluas 371 hektare.
Di proyek yang pengembangannya ditaksir mencapai lebih dari 10 tahun itu telah terbangun 1.140 rumah dan lebih dari 50 rumah toko.
Baca juga: Land Bank Intiland Cukup Sampai 20 Tahun
Kelak, Summarecon Bogor juga dilengkapi dengan pusat perbelanjaan modern Summarecon Mall Bogor, sekolah, dan hotel.
Cadangan lahan Summarecon terbesar kedua ada di proyek Summarecon Makassar, Sulawesi Selatan, yakni sekitar 17 persen dari total landbank Summarecon.





