Pada tahun buku 2023, dari laba bersih RP844 miliar sekitar 60 persen, yakni senilai Rp507 miliar dibagikan untuk dividen atau setara Rp535 per saham.
Jumlah laba bersih yang dibagikan untuk dividen juga sama untuk tahun buku 2022. Ketika itu, laba bersih MKPI Rp701 miliar, sedangkan jumlah dividen yang ditebar Rp422 miliar setara Rp445 per saham.
MKPI menjadi salah satu emiten yang rajin membagikan dividen tunai terhadap para pemegang sahamnya, bahkan, termasuk ketika seluruh dunia, termasuk Indonesia didera pandemi Covid-19 pada rentang 2020 hingga 2021.
Pandemi Covid-19 yang membuat pingsan perekonomian dunia, termasuk Indonesia tak membuat MKPI surut membagikan dividen.
Untuk tahun buku 2021, MKPI menebar dividen sebesar Rp117 per saham, sedangkan tahun buku 2020 dividen yang dibagikan setara Rp106 per saham.
Baca juga: Tempat Tongkrongan Anak Jaksel, Ada PIM 5
Sementara itu, jumlah aset MKPI pada akhir 2025 tercatat meningkat disandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni dari Rp8,94 triliun menjadi Rp9,46 triliun.
Hal serupa terlihat di lini liabilitas, yaitu menjadi Rp1,70 triliun pada 2025, sedangkan setahun sebelumnya masih di angka Rp1,61 triliun.
Sebaliknya, ekuitas MKPI bertumbuh menjadi Rp7,76 triliun pada 2025 dibandingkan sebesar Rp7,33 triliun tahun 2024.
Para pemegang saham MKPI per akhir Desember 2025 terdiri atas PT Karuna Paramita Propertindo sebesar 47,46 persen, PT Apratima Sejahtera 7,89 persen, PT Dwitunggal Permata 7,86 persen dan PT Penta Cosmopolitan 7,49 persen.
Lalu, PT Buditama Nirwana 7,15 persen, Medya Lengkey S sebanyak 2,62 persen, Soekrisman 2,62 persen, Iwan Putra Brasali 0,36 persen, dan masyarakat 16,55 persen.
Baca juga: Dividen Tunai Pakuwon, Lima Tahun Tanpa Henti
(*)





