MKPI Pecahkan Rekor Dividen Tunai Sejak 2010

PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) berencana membayarkan dividen tunai Rp900,78 miliar kepada para pemegang sahamnya pada 15 Juli 2026/foto: landbank.co.id

Jakarta, landbank.co.id– PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) berencana membayarkan dividen tunai Rp900,78 miliar pada 15 Juli 2026.

Dividen tunai setara Rp950 per saham itu diambil dari laba bersih PT Metropolitan Kentjana Tbk tahun buku 2025 yang sebesar Rp1,12 triliun.

Bacaan Lainnya

Laba bersih PT Metropolitan Kentjana Tbk yang mengusung kode saham MKPI di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini naik sekitar 13 persen menjadi Rp 1,12 triliun pada 2025 dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang senilai Rp986 miliar.

MKPI menetapkan pembagian dividen tunai dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) Perseroan, di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

Baca juga: Pekan Depan, MKPI Guyur Dividen Tunai Rp690,28 Miliar

Selain untuk dividen, laba bersih tahun buku 2025 pemilik Pondok Indah Mall (PIM) itu juga dimanfaatkan untuk hal lain.

Pemanfaatan itu antara lain adalah untuk dana cadangan senilai Rp1 miliar sehingga dana cadangan MKPI menjadi Rp13,22 miliar.

“Sisa laba bersih Perseroan tahun buku 2025 setelah penyisihan untuk dana cadangan dan pembagian dividen tunai, digunakan untuk melanjutkan pembangunan proyek-proyek sesuai rencana,” urai manajemen MKPI, dalam publikasi, baru-baru ini.

Mengutip materi paparan publik Perseroan, pada 2026, MKPI memiliki sejumlah rencana kerja, antara lain adalah melanjutkan pembangunan Pondok Indah Townhouse, menyelesaikan Pembangunan Pondok Indah Mall 5 (PIM 5), dan Pembangunan Pondok Indah City Walk.

Selain itu, membangun proyek Lifestyle Mall di LebakBulus (ex-Carrefour), serta perluasan PIM 1, hotel, dan jembatan ke lokasi PIM 5.

 

Pecahkan Rekor

Dividen tahun buku 2025 selain lebih besar dibandingkan dengan tahun buku 2024, sekaligus memecahkan rekor sejak MKPI menebar dividen tunai pada 2010.

Baca juga: Bisnis Mal Metropolitan Kentjana Kinclong

Mengutip data Perseroan, dividen tahun buku 2024 sebesar Rp690 miliar atau setara dengan Rp728 per saham. Dividen itu juga setara dengan 70 persen dari laba bersih MKPI yang senilai Rp986 miliar.

Pos terkait