Menurut manajemen Metland, tidak hanya sebagai destinasi menginap, Metland Venya Ubud juga menghadirkan ruang untuk yoga, relaksasi, hibernation stay hingga menikmati waktu untuk membaca buku dan menulis di tengah suasana alam yang tenang, sehingga para tamu dapat menangkap keindahan alam lewat kata dan menemukan makna perjalanan yang lebih personal.
Kehadiran Metland Venya Ubud menambah portofolio Metland pada segmen properti komersial khususnya perhotelan, sekaligus memperkuat portofolio produk Metland untuk segmen kelas menengah atas dan atas di Indonesia.
Bisnis hotel menjadi salah satu pilar sumber pendapatan berkelanjutan (recurring income) Metland, di luar mal, perkantoran, dan apartemen sewa.
Baca juga: MTLA Getol Tebar Dividen, Lima Tahun Terakhir Rp387,89 Miliar
Emiten properti yang mengusung kode saham MTLA di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu merangsek bisnis hotel lewat Metland Hotel Grup (MHG).
“Saat ini, MHG mengelola enam hotel milik Metland dan segera menjadi delapan hotel dengan seiring dengan proses pembangunan Metland Smara Bekasi dan Metland Marron Tomohon,” tutur Wahyu Sulistio, direktur PT Metropolitan Land Tbk, beberapa waktu lalu.
Salah satu hotel itu adalah Metland Smara Hotel Kertajati yang telah beroperasi sejak tahun 2021 dan merupakan bagian dari pengembangan Metland Kertajati.
Sesuai kategorinya, Metland Smara Hotel Kertajati menargetkan kegiatan meeting, incentives, conference, dan exhibition (MICE) dan kebutuhan akomodasi modern bagi korporasi bisnis dan industri Kawasan Rebana yang terus meningkat.
Baca juga: Metland Perkuat Bisnis Hospitality Lewat Metland Smara Hotel Bekasi
(*)





