Jakarta, landbank.co.id– PT Astra International Tbk (ASII) atau Astra mengoleksi pertumbuhan pendapatan bisnis properti sekitar 63 persen sepanjang Januari-Maret 2026 disandingkan dengan raihan pada periode sama 2025.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, pendapatan bisnis properti PT Astra International Tbk tercatat sebesar Rp345 miliar pada tiga bulan pertama 2026.
Sebaliknya, PT Astra International Tbk yang memiliki kode saham ASII di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini, membungkus pendapatan Rp212 miliar per akhir Maret 2025.
Seiring bertumbuhnya pendapatan, divisi properti ASII membungkus lonjakan laba bersih 145 persen sepanjang Januari-Maret 2026.
“Divisi Properti Grup melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 145 persen menjadi Rp115 miliar, terutama berasal dari aset-aset gudang industri yang baru diakuisisi,” jelas manajemen PT Astra International Tbk dalam publikasi tertulisnya, dikutip Kamis 30 April 2026.
Baca juga: Kebijakan Akuisisi Membuat Laba Bersih Properti Astra Solid
Bisnis properti merupakan salah satu dari tujuh divisi yang dimiliki oleh ASII. Divisi lainnya adalah otomotif dan mobilitas, jasa keuangan, serta alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi.
Lalu, per akhir Maret 2026, divisi usaha milik ASII lainnya adalah agribisnis, infrastruktur, teknologi informasi.
Dari tujuh divisi itu kontribusi terbesar masih dipegang oleh otomotif dan mobilitas yang menyetor Rp2,4 triliun terhadap total laba bersih per akhir Maret 2026.
Manajemen Astra menyatakan bahwa laba bersih divisi otomotif dan mobilitas meningkat 4 persen menjadi Rp2,4 triliun dari Rp2,3 triliun pada periode yang sama tahun lalu, didukung oleh kinerja bisnis mobilitas dan komponen, meskipun volume penjualan mobil lebih rendah.
“Selama periode tersebut, divisi ini mencatatkan kerugian nilai wajar atas investasi ekuitas sebesar Rp241 miliar yang terkait dengan GoTo, dibandingkan Rp456 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Tanpa memperhitungkan kerugian nilai wajar, laba bersih divisi ini pada kuartal pertama 2026 sebesar Rp2,6 triliun, lebih rendah 4 persen dibandingkan kuartal pertama tahun 2025 sebesar Rp2,7 triliun,” urai manajemen ASII.
Baca juga: Astra Property Merangsek Warehouse di Cikarang dan Cibinong
Bila divisi otomotif dan mobilitas menyumbang sekitar 40 persen terhadap total laba bersih ASII per akhir Maret 2026, divisi jasa keuangan menjadi kontributor kedua terbesar, yakni sekitar 39 persen.
“Laba bersih divisi jasa keuangan grup meningkat 6 persen menjadi Rp2,3 triliun, disebabkan oleh peningkatan kontribusi dari bisnis pembiayaan konsumen dengan nilai portofolio pembiayaan yang meningkat,” jelas manajemen ASII.





