Jakarta, landbank.co.id – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) memutuskan membagikan dividen tunai senilai Rp82,54 miliar untuk tahun buku 2025.
Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Head of Investor Relations Summarecon Agung, James Wahyudi mengatakan, pembagian dividen tersebut setara dengan Rp5 per lembar saham SMRA.
“Pemegang saham menyetujui penetapan penggunaan total penghasilan komprehensif perseroan untuk tahun buku 2025 sebesar Rp82,54 miliar dibagikan sebagai dividen tunai atau sebesar Rp5 per saham,” ujar James dalam paparan SMRA yang berlangsung Kamis, 11 Juni 2026.
Adapun pemegang saham yang berhak menerima dividen tersebut merupakan investor yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 24 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.
Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2025, Summarecon Agung membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp766,55 miliar.
Namun, angka tersebut mengalami penurunan sebesar 44,18% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,37 triliun.
Penurunan laba tersebut terjadi seiring dengan terkoreksinya pendapatan perseroan. Pada 2025, SMRA mencatat pendapatan neto sebesar Rp8,76 triliun, turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp10,62 triliun.
Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi mengatakan, keputusan pembagian dividen merupakan bentuk komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.
Menurutnya, perseroan tetap menjaga keseimbangan antara apresiasi kepada investor dengan kebutuhan pendanaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
“Perseroan terus berupaya menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan. Pembagian dividen ini merupakan bentuk apresiasi kepada pemegang saham atas kepercayaan yang diberikan, sementara laba ditahan akan menjadi modal penting untuk mendukung strategi pertumbuhan dan pengembangan usaha Summarecon di masa mendatang,” kata Adrianto.
Ia menambahkan, di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, perseroan terus memperkuat strategi pengelolaan bisnis, khususnya melalui pengembangan kawasan terpadu atau township.
“Di tengah ekonomi yang menantang, kita harus mengelola manajemen dengan baik. Itu yang menjadi fokus kami untuk terus mendorong pengembangan township,” ujarnya.
(*)





