Kuartal Pertama 2026, Laba Bersih Properti Astra Melejit 145 Persen

Divisi properti PT Astra International Tbk mencatat peningkatan laba bersih 145 persen menjadi Rp115 miliar per akhir Maret 2026, terutama berasal dari aset-aset gudang industri yang baru diakuisisi/foto: mmproperty.com

Secara keseluruhan, laba bersih ASII mencapai Rp5,9 triliun, 16 persen lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.

Selain itu, pada periode ini, ASII mencatat beberapa non-recurring charges dan penyesuaian nilai wajar atas investasi-investasi ekuitas. Tanpa memperhitungkan hal ini, laba bersih Astra turun 8 persen menjadi Rp6,8 triliun.

Bacaan Lainnya

“Pada kuartal pertama tahun 2026, laba Grup menurun terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi. Namun, bisnis-bisnis lainnya mencatatkan kinerja yang lebih baik, sehingga dapat mengimbangi sebagian dari penurunan tersebut,” jelas Rudy, presiden direktur PT Astra International Tbk.

Baca juga: Di Tengah Tahun Politik, Bisnis Properti Astra Raup Laba Bersih

Dia menambahkan, sejalan dengan komitmen untuk meningkatkan imbal hasil kepada pemegang saham, Astra melanjutkan pelaksanaan program pembelian kembali saham pada kuartal pertama tahun ini, dimana sampai saat ini, total pembelian kembali saham yang telah direalisasikan adalah sebesar Rp2,7 triliun.

Rudy menerangkan, PT United Tractors Tbk juga melanjutkan program pembelian kembali saham mereka pada kuartal pertama tahun ini. Sejak program tersebut dimulai pada bulan November 2025, total pembelian kembali saham mencapai Rp3,0 triliun.

“Ke depan, kondisi pasar diperkirakan masih menantang di tengah ketegangan geopolitik. Kami akan terus mengelola tantangan jangka pendek secara cermat dan disiplin, dengan tetap fokus dalam menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan,” ujar Rudy.

Baca juga: Astra Mau Beli Perusahaan Pergudangan Modern

Sementara itu, pendapatan bersih konsolidasian Astra pada kuartal pertama tahun 2026 adalah sebesar Rp78,7 triliun, 6 persen lebih rendah dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2025.

(*)

Pos terkait