Jakarta, landbank.co.id– Tingkat hunian apartemen sewa (service apartment) di Jakarta relatif stabil pada kuartal pertama 2026 disandingkan dengan kuartal sebelumnya (quarter on quarter/QoQ).
“Service apartment mencatat sedikit peningkatan tingkat hunian (+0,4 persen QoQ atau -1,4 persen YoY/year on year), yang didorong oleh meningkatnya permintaan jangka pendek selama periode libur Idul Fitri,” ujar Arief Rahardjo, head of Strategic Consulting Indonesia Cushman & Wakefield dikutip Kamis 30 April 2026.
Mengutip data Cushman & Wakefield, pada kuartal keempat 2025, tingkat hunian subsektor khusus apartemen sewa stabil di level 65,4 persen.
Baca juga: Membaca Tarif Sewa Service Apartment di Jakarta
Pada kuartal pertama 2026, konsultan properti itu juga menilai bahwa tren pasar yang sama seperti kuartal sebelumnya masih terlihat, dengan sedikit peningkatan hunian pada proyek-proyek baru yang secara bertahap menyerap permintaan pasar.
Di bagian lain, pada kuartal pertama 2026, tingkat hunian pada subsektor kondominium sewa juga meningkat tipis sebesar +0,3 persen QoQ atau +1,1 persen YoY menjadi 59,2 persen.
“Ke depannya, prospek permintaan jangka panjang (long-stay) diperkirakan lebih menantang,” dikutip dari riset Cushman & Wakefield.
Baca juga: Pasar Apartemen Sewa Terus Meluas
Ketidakpastian geopolitik yang meningkat diperkirakan, masih menurut riset itu, memengaruhi keputusan mobilitas korporasi dan berpotensi membuat tingkat hunian lebih sulit untuk ditingkatkan, bahkan untuk mempertahankan level hunian jangka panjang.
Tarif dan Pasokan
Cushman & Wakefield menyebutkan bahwa tarif sewa relatif stabil selama kuartal pertama 2026, dengan rata-rata tarif sewa tercatat sedikit menurun di level Rp 261.181/m2/bulan.





