Jakarta, landbank.co.id– PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia mengantongi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp6,11 miliar pada kuartal pertama 2026.
Sebaliknya, pada periode yang sama 2025, PT Indonesia Paradise Property Tbk mencatat rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp158,14 miliar.
Laba bersih PT Indonesian Paradise Property Tbk itu tak terlepas dari kemampuan emiten berkode saham INPP ini dalam mencetak peningkatan pendapatan, walau ada aspek lain, yakni adanya manfaat pajak penghasilan.
Pendapatan INPP sepanjang Januari-Maret 2026 naik sekitar 14 persen bila disandingkan dengan periode yang sama 2025.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, per akhir Maret 2026, pendapatan INPP sebesar Rp326,91 miliar, sedangkan pada periode sama 2025 senilai Rp286,40 miliar.
Mayoritas pendapatan INPP pada tiga bulan pertama 2026 disumbang oleh segmen komersial, yakni Rp147,06 miliar atau setara dengan sekitar 45 persen dari total pendapatan.
Baca juga: INPP Anggarkan Capex Rp1 Triliun
Kontributor utama pendapatan itu membukukan peningkatan sekitar 17 persen bila disandingkan dengan raihan per akhir Maret 2025 yang senilai Rp126,32 miliar.
Penyumbang kedua terbesar, yakni bisnis hotel juga mencatat pertumbuhan pendapatan, yakni sekitar 5 persen pada periode tiga bulan pertama 2026 menjadi Rp135,51 miliar dari semula Rp129,95 miliar.
Bisnis hotel yang dilakoni INPP menyumbang sekitar 42 persen terhadap total pendapatan Perseroan per akhir Maret 2026.
Dua sumber pendapatan INPP lainnya juga mencatat pertumbuhan sepanjang kuartal pertama 2026, yakni penjualan properti tumbuh sekitar 36 persen menjadi Rp34,26 miliar serta manajemen properti dan lainnya, melejit sekitar 100 persen menjadi Rp10,08 miliar.
Baca juga: Paradise Indonesia Incar Pertumbuhan Pendapatan 10 Persen
Kontribusi penjualan properti serta manajemen properti dan lainnya pada Januari-Maret 2026 terhadap total pendapatan INPP masing-masing 10 persen dan 3 persen.
Capex 2026
Sementara itu, manajemen Perseroan mengaku tetap berada dalam jalur pertumbuhan yang positif dan mampu meraih pertumbuhan kinerja yang semakin baik pada tahun-tahun mendatang, sejalan dengan meningkatnya optimisme terhadap pemulihan dan penguatan daya beli masyarakat serta mobilitas dan aktivitas ekonomi di berbagai kota besar Indonesia.





