Tradisi Prapenjualan Puradelta Lestari

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang kawasan modern terpadu Kota Deltamas, Jawa Barat mematok prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp2,08 triliun pada 2026/foto: sml

Jakarta, landbank.co.id– PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang kawasan modern terpadu Kota Deltamas, Jawa Barat mematok prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp2,08 triliun pada 2026.

Target prapenjualan PT Puradelta Lestari Tbk itu menjadi angka tertinggi dalam rentang lima tahun terakhir, 2022-2026.

Bacaan Lainnya

Dalam periode waktu itu PT Puradelta Lestari Tbk yang mengusung kode saham DMAS di Bursa Efek Indonesia (BEI), selalu melampaui target prapenjualan, kecuali tahun 2025.

Pada 2022, DMAS mampu mencetak prapenjualan sebesar Rp1,86 triliun atau lebih besar sekitar 3,6 persen dari target yang dipatok, yakni Rp1,8 triliun.

Motor penggerak prapenjualan DMAS bertumpu kepada penjualan lahan industri. “Perseroan menjual 60 hektare lahan industri pada tahun 2022,” kata Tondy Suwanto, direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS dalam publikasi tertulisnya pada Januari 2023.

Kemampuan DMAS melampaui target marketing sales kembali terjadi pada 2023. Ketika itu, DMAS mengantongi marketing sales sebesar Rp1,87 triliun atau lebih tinggi sekitar 4,10 persen dari target kala itu yang senilai Rp1,8 triliun.

Baca juga: Prapenjualan Puradelta Lestari Naik 20 Persen

Pemilik Greenland International Industrial Center (GIIC) Kota Deltamas ini membungkus prapenjualan lahan industri seluas 68,53 hektare pada 2023.

Prapenjualan dari segmen industri yang merupakan segmen utama, tercatat sebesar Rp1,54 triliun atau berkontribusi sebesar 82,41 persen dari total prapenjualan yang dicapai oleh Perseroan,” kata Tondy Suwanto.

Lagi-lagi DMAS mampu melampaui target marketing sales. Kali ini, emiten yang mulai melantai di BEI pada 2015 ini mencatat prapenjualan Rp1,87 triliun alias lebih tinggi sekitar 3,73 persen dari tahun 2024 yang sebesar Rp1,81 triliun.

Kontributor utama prapenjualan tahun 2024 didominasi dari penjualan lahan industri, yakni seluas 59 hektare.

“Prapenjualan dari segmen industri masih merupakan segmen yang utama, tercatat sebesar Rp1,80 triliun atau berkontribusi sebesar 96,06 persen dari total prapenjualan yang dicapai oleh Perseroan selama tahun 2024,” tutur Tondy Suwanto.

Baca juga: DMAS Pecahkan Rekor Dividen Empat Tahun Terakhir

Tradisi melampaui target prapenjualan DMAS terjeda pada 2025. Perusahaan yang didirikan pada 1993 ini harus puas mengoleksi prapenjualan Rp1,6 triliun alias 88 persen dari target yang sebesar Rp1,81 triliun.

Mirip dengan tahun-tahun sebelumnya, prapenjualan anak usaha PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) itu mengandalkan penjualan lahan industri. Tahun 2025, DMAS melego 45 hektare lahan industri.

Pos terkait