Jakarta, landbank.co.id– Sejauh mata memandang dari lantai 47 hotel Harris Suites FX Sudirman milik PT Indonesian Paradise Property Tbk (Paradise Indonesia) terhampar keanggunan Jakarta, kota yang kini berusia 499 tahun.
Dari hotel yang diresmikan pada 2011 atau Paradise Indonesia itu juga terlihat gedung-gedung pencakar langit Jakarta yang terlihat berdiri kokoh.
Di sudut lain, dari ketinggian para tamu hotel milik Paradise Indonesia tersebut juga dapat menikmati pemandangan stadion sepak bola kebanggaan Kota Jakarta, yakni Gelora Bung Karno yang dibangun sejak 1960 dan berkapasitas lebih dari 100 ribu penonton.
“Keren pemandangannya, apalagi waktu malam hari, tampak cahaya kerlap kerlip kota Jakarta,” ujar Beni, seorang tamu Harris FX Sudirman, bebera waktu lampau.
Dia terlihat sibuk mengabadikan pemandangan suasana malam hari di jantung pusat bisnis Jakarta yang megah dengan kamera profesionalnya.
Hotel yang mengantongi penghargaan Travellers’ Choice Awards Winner 20 itu terletak di tengah jantung kota Jakarta. Bahkan, dekat dengan depan pusat perputaran uang di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mencatat transaksi harian pada 2025 tak kurang dari Rp 18 triliun.
Baca juga: Paradise Indonesia Raih Penjualan Properti Nyaris Rp328 Miliar
Harris FX Sudirman merupakan salah satu dari deretan hotel milik Paradise Indonesia. Perusahaan yang didirikan tahun 1996 ini memiliki tak kurang dari 15 hotel pada 2025.
Mengutip laman Perseroan, dalam merangsek bisnis hotel Paradise Indonesia mengusung antara lain Sheraton Bali Kuta Resort (Bali), Aloft Bali Kuta at Beachwalk (Bali), Yello Kuta Beachwalk Bali (Bali), Maison Aurelia Sanur (Bali), dan Harris Hotel Kuta Tuban (Bali).
Lalu, Grand Hyatt Jakarta (Jakarta), Keraton at The Plaza (Jakarta), Harris Suites FX Sudirman (Jakarta), Cityloog Hotel Tebet Jakarta (Jakarta), Harris Hotel Batam Centeer (Batam), Hyatt Place (Makassar), Harris Resort Waterfront Batam (Batam), Pop Hotel Sangaji (Yogyakarta).
Bisnis hotel menjadi salah satu andalan pemasukan bagi perusahaan yang di Bursa Efek Indonesia mengusung kode saham INPP itu.
“Pada 2024, segmen hotel menjadi penyumbang pendapatan terbesar,” kata Anthony Prabowo Susilo, presiden direktur Paradise Indonesia, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Paradise Indonesia Manfaatkan Momentum Lebaran
Kondisi itu berlanjut, mengutip laporan keuangan INPP, pada 2025, bisnis hotel menjadi penyumbang terbesar dengan torehan sekitar Rp627,41 miliar alias 36,05 persen dari total pendapatan INPP yang sekitar Rp1,74 triliun.
Padahal, mengutip riset Colliers Indonesia, bisnis hotel di sejumlah lokasi utama di Indonesia tengah dalam menghadapi tekanan pada 2025.





