Jakarta, landbank.co.id– Penjualan rumah di Jabodebek Banten mencatat penurunan pada kuartal pertama 2026 disandingkan dengan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qtq).
Mengutip data Indonesia Property Watch (IPW), dari sisi nilai, penjualan rumah di Jabodebek Banten turun sekitar 12,9 persen, yakni dari Rp2,33 triliun menjadi Rp2,03 triliun.
Lalu, dari sisi penjualan unit melemah 14,2 persen menjadi 1.939 unit, sedangkan pada kuartal empat 2025 sebanyak 2.261 rumah.
“Tren penurunan yang terjadi diperkirakan bukan semata-mata penurunan minat masyarakat namun berkurangnya aktivitas pembelian rumah dikarenakan rangkaian acara keagamaan pada triwulan pertama tahun 2026,” dikutip dari riset IPW, Kamis 7 Mei 2026.
Dalam rentang Januari-Maret 2026, masih mengutip riset itu, masyarakat tidak memprioritaskan pembelian rumah karena perhatiannya tersita oleh momentum keagaam seperti ramadan, Idulfitri, dan Nyepi.
Baca juga: Teka-Teki Penjualan Rumah 2026 Dijawab Konsultan Properti Ini
Namun, dikutip dari riset IPW, terjadi anomali khususnya di wilayah Bekasi, diikuti Bogor dengan peningkatan penjualan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya.
“Segmen penjualan terbesar berada di kisaran Rp1-2 miliar dengan tingkat kenaikan yang signifikan,” dilansir riset IPW.
Dalam pantauan IPW, sepanjang Januari-Maret 2026, komposisi penjualan lebih didominasi oleh para proyek pengembang besar skala nasional.
IPW menyatakan bahwa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) menjadi program unggulan di hampir semua proyek pengembang untuk meningkatkan minat masyarakat membeli rumah.
Di sisi lain, bak sebuah tradisi, penjualan rumah pada kuartal pertama di Jabodebek Banten terlihat senantiasa mencatat penurunan.
Baca juga: Lebih dari 47 Ribu Rumah Guyur Jabodebek Banten
Mengutip data IPW, tradisi itu setidaknya berlangsung sepanjang lima tahun terakhir, yakni dalam rentang tahun 2022 hingga 2026.
Pada kuartal pertama 2022, nilai penjualan rumah di Jabodebek Banten turun 14,5 persen dengan omzet senilai Rp1,72 triliun, sedangkan dari sisi unit melemah 1,5 persen ke posisi 2.465 unit.





