Jakarta, landbank.co.id– Penjualan rumah PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang mencakup rumah hunian dan rumah toko (ruko) terlihat cukup stabil pada kuartal pertama 2026.
Merujuk laporan keuangan Perseroan, PT Lippo Karawaci Tbk membungkus penjualan rumah hunian dan ruko senilai Rp958,50 miliar sepanjang Januari-Maret 2026.
Pada periode yang sama tahun 2025, PT Lippo Karawaci Tbk mengoleksi penjualan rumah hunian dan ruko sebesar Rp963,04 miliar.
Emiten properti berkode saham LPKR di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mengandalkan penjualan rumah sebagai tulang punggung pendapatan pada tiga bulan pertama 2026.
Pada periode itu penjualan rumah hunian dan ruko menyumbang sekitar 53 persen terhadap total pendapatan pemilik proyek yaitu Park Serpong tahap 4 & 5 , di Tangerang, Banten itu.
Kontributor lainnya berdatangan dari beragam sumber pendapatan antra lain pengelolaan kota, lahan siap bangun, penjualan apartemen, serta bisnis hotel dan restoran.
Baca juga: Laba Bersih Lippo Karawaci Tembus Rp469 Miliar
Pengelolaan kota menjadi penyumbang kedua terbesar pada periode Januari-Maret 2026, yakni senilai Rp191,97 miliar atau setara sekitar 11 persen.
Lalu, kontributor terhadap total pendapatan pemilik proyek Metropolis Marq Estate ini adalah dari penjualan lahan siap bangun Rp96,54 miliar setara sekitar 5 persen dan penjualan apartemen Rp88,21 miliar sekitar 5 persen.
Kontributor keempat terbesar datang dari bisnis hotel dan restoran yang pada tiga bulan pertama menyetor Rp76,87 miliar atau sekitar 4 persen terhadap total pendapatan pemilik hotel Aryaduta ini.
Sepanjang Januari-Maret 2026, total pendapatan LPKR senilai Rp1,80 triliun atau lebih rendah sekitar 13 persen bila dibandingkan dengan periode sama 2025 yang sebesar Rp2,06 triliun.
Seiring penurunan pendapatan, laba bersih LPKR per akhir Maret 2026 juga terlihat melemah sekitar 37 persen bila disandingkan dengan periode sama 2025.
Baca juga: Penjualan Apartemen Lippo Karawaci Meninggi
Masih mengutip laporan keuangan LPKR, per akhir Maret 2026 laba bersih pemilik proyek Holland Village Manado, Sulawesi Utara ini senilai Rp107,11 miliar, sedangkan pada periode sama 2025 sebesar Rp169,47 miliar.





