– Disiplin.
– Strategi.
– Keyakinan bahwa mereka bisa membuat sejarah.
Dan itulah yang membedakan RESOURCE dengan RESOURCEFULNESS.
Baca juga: Incar Marketing Sales Rp4,3 Triliun, PANI Andalkan Residensial
Banyak Sales Hari Ini Terjebak pada “Resources”
Mengeluh:
– “Pasar sedang sulit.”
– “Daya beli melemah.”
– “Kompetitor semakin agresif.”
– “Target semakin tinggi.”
Baca juga: 2026, KIJA Tingkatkan Target Marketing Sales
Lalu kita mulai mencari alasan.
– “Kalau saja database saya lebih banyak…”
– “Kalau saja harga produk saya lebih murah…”
– “Kalau saja marketing perusahaan lebih bagus…”
Semua itu adalah resources.
Memang membantu.
Tetapi bukan penentu kemenangan.
Baca juga: Simak Jurus Ciputra Meraih Marketing Sales Rp11 Triliun
Sales hebat bukan selalu yang memiliki prospek paling banyak.
Mereka adalah orang yang mampu mengubah satu prospek menjadi pelanggan.
Mereka bukan yang memiliki produk paling murah.
Mereka mampu menunjukkan nilai produknya.
Mereka bukan yang memiliki wilayah terbesar.
Mereka mampu menggali peluang dari wilayah yang sama ketika sales lain berhenti setelah satu penolakan.
Baca juga: Incar Marketing Sales Rp2 Triliun, CBDK Optimistis Realistis
Mereka:
– Melakukan follow up ketiga.





