Indonesia Supply Chain 2026 Jadi Momentum Transformasi Rantai Pasok Nasional

Indonesia Supply Chain 2026 resmi diluncurkan, hadirkan platform global untuk memperkuat logistik, digitalisasi, dan rantai pasok nasional./Foto: landbank.co.id.

Jakarta, landbank.co.id – Indonesia Supply Chain Exhibition & Conference (ISC) 2026 Powered by CeMAT dan CargoNOW resmi diluncurkan pada Kamis (30/4/2026) di The Westin Jakarta.

Pameran yang digagas oleh Deutsche Messe, Debindo Global Expo, dan CargoNOW ini merupakan respons terhadap pertumbuhan pesat sektor logistik nasional.

Bacaan Lainnya

Selain itu,  ISC 2026 juga menjadi platform internasional baru yang dirancang untuk memperkuat ekosistem rantai pasok dan logistik Indonesia.

Senior Commercial Director APAC Hannover Fairs Australia and Asia Pacific, Mike Nissen, menyebut peluncuran ISC 2026 sebagai langkah strategis bagi industri rantai pasok di kawasan.

“Indonesia lebih dari siap untuk memiliki platform internasional sebesar ini, yang menghubungkan industri lokal dengan keahlian global serta menghadirkan solusi nyata bagi tantangan operasional,” ujar Mike Nissen kepada landbank.co.id Kamis, 30 April 2026 di Jakarta.

Ia menambahkan, kehadiran ISC juga menandai kembalinya jaringan event global CeMAT dan Hannover Messe ke Indonesia.

Di sisi lain, Director Debindo Global Expo, Rafidi Iqra, mengatakan ISC 2026 hadir sebagai platform lintas industri untuk memperkuat kolaborasi dalam ekosistem rantai pasok.

“Digitalisasi dan efisiensi akan menjadi pendorong utama dalam meningkatkan daya saing sektor rantai pasok Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, President The Logistics & Supply Chain Management Society, Raymon Krishnan, menilai peluncuran ISC menjadi intervensi penting di tengah tingginya biaya logistik nasional.

“Dengan biaya logistik yang melebihi 20 persen dari PDB, platform ini menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” katanya.

Digelar November 2026 di PIK 2

ISC 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25–27 November 2026 di Nusantara International Convention & Exhibition (NICE) PIK 2.

Ajang ini akan mempertemukan pelaku industri dari berbagai sektor, mulai dari produsen, perusahaan logistik, penyedia teknologi, hingga pelaku e-commerce dan pemangku kebijakan dari Indonesia dan kawasan ASEAN.

Beragam solusi akan ditampilkan, mencakup transportasi, pergudangan, teknologi rantai pasok, logistik e-commerce, hingga sektor khusus seperti cold chain dan farmasi.

Pos terkait