Hibah lahan ini, tambah manajemen LPCK, bertujuan untuk membantu mengatasi backlog perumahan nasional, memperluas akses kepemilikan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sekaligus mendorong sektor perumahan sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemilihan koridor Cikarang–Bekasi (KM34, exit Cibatu), termasuk kawasan Meikarta, sebagai Lokasi pengembangan, dilakukan berdasarkan pertimbangan strategis pemerintah mengingat kawasan ini merupakan pusat industri nasional dengan kebutuhan hunian yang tinggi.
Lalu, Kawasan itu juga didukung konektivitas infrastruktur yang terintegrasi, serta memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses yang lebih dekat terhadap pusat pekerjaan dan fasilitas publik.
Penghibahan lahan ini dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance).
Baca juga: Penjualan Rumah dan Apartemen Motor Utama Lippo Cikarang
Lebih dari sekadar kontribusi sosial, keputusan ini juga merupakan strategi jangka panjang untuk membuka potensi nilai kawasan melalui peningkatan aktivitas ekonomi, percepatan pembangunan infrastruktur, serta pertumbuhan permintaan terhadap produk residensial dan komersial di sekitarnya.
“Dengan demikian, partisipasi Perseroan tidak hanya mendukung agenda pembangunan nasional, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan berkelanjutan bagi kawasan dan seluruh pemangku kepentingan,” jelas manajemen LPCK.
Selain itu, dalam RUPST LPCK kali ini, para pemegang saham menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan ntuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, termasuk capaian kinerja keuangan dengan pendapatan sebesar Rp4,52 triliun dan EBITDA sebesar Rp381,3 miliar.
Susunan manajemen LPCK sebelumnya;
Komisaris:
Didik Junaedi Rachbini, presiden komisaris (independen)
Hadi Cahyadi
Charlex Rigoux
George Raymond Zage III
Direksi:
Marlo Budiman, presiden direktur
Marshal Martinus Tissadharma
Indryanarum
Baca juga: Lippo Cikarang Catat Pertumbuhan Penjualan Hunian 369 Persen
Susunan manajemen LPCK hasil RUPS Tahun 2026;
Komisaris:
Didik Junaedi Rachbini, presiden komisaris (independen)
Hadi Cahyadi
Charles Rigoux
George Raymond Zage III
Direksi:
Agus Arismunandar, presiden direktur
Marshal Martinus Tissadharma
Indryanarum
Baca juga: Awal Maret 2026, Tiang Pancang Rusun Subsidi di Meikarta
(*)





