Begini Realisasi KPR FLPP Semester Pertama 2026, Pemain Utama Turun

Begini Realisasi KPR FLPP Semester Pertama 2026, Pemain Utama Turun

Realisasi penyaluran kredit pemilikan rumah berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan alias KPR FLPP pada semester pertama 2026 terlihat turun 24,34 persen bila disandingkan dengan raihan periode sama 2025-sikumbang tapera-

Jakarta, landbank.co.id- Realisasi penyaluran kredit pemilikan rumah berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan alias KPR FLPP pada semester pertama 2026 terlihat turun 24,34 persen bila disandingkan dengan raihan periode sama 2025.

Mengutip data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), sepanjang enam bulan pertama 2026, realisasi KPR FLPP menyentuh 91.531 rumah subsidi.

Nilai KPR FLPP untuk pembiayaan rumah subsidi pada semester pertama tersebut setara dengan sekitar Rp11,37 triliun.

Penurunan itu seiring dengan melemahnya realisasi yang ditorehkan oleh para pemain utama penyaluran KPR subsidi tersebut.

BACA JUGA:Market Share KPR FLPP Syariah Menggelembung

Sebut saja misalnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang merupakan motor penyaluran KPR subsidi, per akhir Juni 2026, turun 31,11 persen.

Bank pelat merah yang menguasai pangsa pasar KPR FLPP sebanyak 48,50 persen itu harus puas mencatatkan penyaluran KPR FLPP sebanyak 44.388 unit pada semester pertama 2026.

Penurunan juga terlihat di penguasa pangsa pasar KPR FLPP syariah, yakni PT Bank Syariah Nasional (BSN). Per akhir Juni 2026, realisasi KPR FLPP BSN turun 4,13 persen.

Anak usaha BTN tersebut menggelontorkan KPR FLPP sebesar Rp2,85 triliun untuk 23.130 rumah subsidi sepanjang enam bulan pertama 2026.

BACA JUGA:Januari-Mei, Realisasi KPR FLPP Turun 34 Persen

Sekalipun realisasi unit dan nilai FLPP turun, namun penguasaan pangsa pasar BSN justru menanjak, yakni dari  19,94 persen menjadi sebesar 25,27 persen.

Pemain utama penyaluran KPR FLPP yang juga mencatat penurunan adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

Bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ini harus puas mencatat penurunan realisasi FLPP sebesar 28,09 persen.

 

Asosiasi Pengembang

Penurunan juga terjadi di antara para pemain utama dalam penyediaan rumah subsidi. Asosiasi pengembang tertua di Indonesia, sekaligus pemain utama FLPP, yakni Realestat Indonesia (REI) turun sebanyak 25,05 persen.

BACA JUGA:Fakta FLPP Bank Syariah Nasional Digemari Generasi Z

Masih mengutip data BP Tapera, realisasi FLPP REI pada semester pertama 2026 sebanyak 38.052 unit, sedangkan pada periode sama 2025 masih sebesar 50.768 unit.

Pada enam bulan pertama 2026, REI mengerahkan 4.107 anggota untuk merealisasikan 38.052 rumah subsidi. Hunian itu tersebar di 3.779 perumahan di 325 kabupaten dan kota di 35 provinsi.

Mayoritas rumah subsidi yang dibangun REI terletak di Provinsi Jawa Barat, yakni 4.422 unit. Lalu, di Sumatera Selatan 3.763 unit dan Sulawesi Selatan 3.465 unit.

Pemain kedua terbesar dalam penyediaan rumah subsidi, yakni Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) juga mencatat penurunan realisasi FLPP pada semester pertama 2026.

Data BP Tapera memerlihatkan, realisasi KPR FLPP Apersi turun sebanyak 26,14 persen menjadi 27.048 rumah subsidi.

BACA JUGA:Backlog Kepemilikan Rumah 774 Ribu, Jateng Dapat Kuota FLPP 50 Ribu Unit

Pada enam bulan pertama 2026, realisasi KPR FLPP Apersi setara dengan sekitar Rp3,38 triliun.

Sebanyak 3.264 anggota Apersi terlibat dalam merealisasikan FLPP per akhir Juni 2026. Mereka menyediakan rumah subsidi di 2.667 perumahan.

Perumahan subsidi yang dibangun anggota Apersi itu tersebar di 263 kabupaten dan kota di 31 provinsi.

Tak hanya REI dan Apersi, pemain utama ketiga terbesar, yakni Himpunan Pengembang Perumahan Rakyat (Himperra) juga mencatat penurunan.

Pada semester pertama 2026, realisasi FLPP Himperra turun sebanyak 25,10 persen dari 16.331 unit menjadi 12.232 unit.

BACA JUGA:Kementerian PKP Gandeng BPS Sinkronkan Data FLPP, BSPS, dan KUR Perumahan

Dalam menyerap FLPP enam bulan pertama 2026, Himppera mengerahkan 1.412 anggota yang membangun 1.211 perumahan di 199 kabupaten dan kota di 27 provinsi.

Sementara itu, realisasi penyaluran KPR FLPP semester pertama 2026 yang sebesar 91.531 unit setara dengan sekitar 26,15 persen dari target pemerintah pada tahun ini yang sebanyak 350 ribu unit.

 

 

(*)