BTN Masih Dominasi KPR FLPP, Kuasai 71,12 Persen
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) masih mendominasi realisasi penyaluran kredit pemilikan rumah berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP)-landbank.id-landbank.id
Jakarta, landbank.co.id- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) masih mendominasi realisasi penyaluran kredit pemilikan rumah berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP).
Sepanjang Januari-Juli 2026, anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) itu menguasai pangsa pasar (market share) KPR FLPP sebesar 71,12 persen, relatif stabil dibandingkan dengan periode sama 2025.
Mengutip data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), pangsa pasar BTN itu setara dengan 86.665 unit senilai Rp10,77 triliun.
Realisasi penyaluran KPR subsidi itu mencakup 56.964 unit disalurkan oleh BTN dan 29.701 unit oleh anak usaha, yakni PT Bank Syariah Nasional (BSN).
BACA JUGA:Cara Mendapatkan Kredit Program Perumahan BTN Tahun 2026
Bila dipisah antara induk dan anak usaha itu terlihat bahwa pangsa pasar BTN sebesar 46,75 persen, sedangkan BSN sebanyak 24,37 persen.
Khusus BTN, pangsa pasar sepanjang tujuh bulan 2026, masih mengutip data BP Tapera, terlihat mencatat penurunan, mengingat per akhir Juli 2025 masih bertengger di angka 51,13 persen.
Sebaliknya, pangsa pasar KPR subsidi BSN meningkat dari sebesar 19,99 persen ke posisi 24,37 persen per akhir Juli 2026.
Pada periode Januari-Juli 2026, penyaluran KPR FLPP BTN, termasuk anak usaha, menjangkau 353 kota di 34 provinsi.
Realisasi penyaluran BTN itu melibatkan 9.728 pengembang properti yang tergabung di dalam 21 asosiasi developer rumah subsidi.
BTN yang kali pertama menyalurkan KPR pada 1976 itu dikenal sebagai bank yang fokus dalam pembiayaan perumahan, termasuk rumah subsidi.
BACA JUGA:Di Tengah Persaingan Pembiayaan Perumahan, BTN Perlu Tetap Sentuh MBR
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu pernah mengatakan bahwa pihaknya punya pengalaman dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memeroleh rumah pertama mereka.
Fokus bank pelat merah itu tak sebatas memerluas jangkaun realisasi KPR FLPP, tapi menekankan kualitas rumah yang diguyur subsidi.
“Besarnya volume pembiayaan harus selalu diikuti kualitas rumah dan ketepatan penerima manfaat. Rumah subsidi harus benar-benar menjadi rumah pertama yang layak, siap dihuni, dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menempatinya,” ujar Nixon dikutip dari laman BTN, baru-baru ini.
Bank Penyalur Lain
Sementara itu, di luar BTN, sepanjang Januari-Juli 2026, terdapat 35 bank lain yang menyalurkan KPR FLPP.
Ke-35 itu mencakup bank Himbara, bank pembangunan daerah (BPD), dan bank swasta. Per akhir Juli 2026, pangsa pasar mereka sebesar 28,88 persen.
BACA JUGA:BTN Tambah Mitra Pengembang Rumah Subsidi 33 Persen
Masih mengutip data BP Tapera, setelah BTN dan BSN di peringkat pertama dan kedua, penyalur ketiga terbesar adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).
Anggota Himbara ini menyalurkan 14.059 unit setara dengan Rp1,76 triliun, sedangkan pangsa pasar BRI per akhir Juli 2026 sebesar 11,54 persen.
Pangsa pasar KPR subsidi BRI sepanjang Januari-Juli 2026 terlihat meningkat, maklum per akhir Juli 2025 masih di level 10,02 persen dengan realisasi 14.748 unit.
Menurut Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat.
BACA JUGA:Lima Bank Penyalur KPR Subsidi Terbesar 2026, BTN Dominan
“BRI adalah bank milik rakyat. Semangat kami adalah membantu rakyat melalui program-program pemerintah yang memberikan kemudahan pembiayaan," papar dia dikutip dari laman Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), baru-baru ini.
Masih mengutip data BP Tapera, total realisasi KPR FLPP sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 121.859 rumah subsidi dengan nilai sekitar Rp15,16 triliun.
Realisasi itu setara dengan sekitar 35 persen dari target KPR FLPP tahun 2026 yang dipatok sebanyak 350 ribu unit.
BACA JUGA:Ingin Punya Rumah Pertama? Begini Cara Ajukan KPR BTN Sejahtera FLPP
(*)