Kolaborasi Program Tiga Juta Rumah Menjadi Perhatian

Kolaborasi Program Tiga Juta Rumah Menjadi Perhatian

Program Tiga Juta Rumah memerlukan kolaborasi kuat antara pemerintah, perbankan, dan asosiasi pengembang agar masyarakat kian mudah memeroleh pembiayaan rumah-landbank.id-bp tapera

Jakarta, landbank.id- Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menekan pentingnya kolaborasi dalam merealisasikan Program Tiga Juta Rumah.

Kolaborasi dengan para pemangku kepentingan perumahan juga diharapkan memerluas kesempatan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memeroleh tempat tinggal layak huni.

Dalam mewujudkan hunian impian, akses MBR ke pembiayaan perumahan seperti kredit pemilikan rumah berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP) harus dipermudah sekaligus cepat.

Menurut Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, transformasi digital menjadi salah satu strategi utama dalam mempercepat layanan pembiayaan perumahan.

“Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan Program Tiga Juta Rumah. Kami terus mengembangkan platform digital agar proses penyediaan rumah, pembiayaan, hingga distribusi KPR Sejahtera FLPP semakin efektif, transparan, dan mudah diakses masyarakat,” tutur Heru di Jakarta, baru-baru ini.

BACA JUGA:Strategi BP Tapera Mewujudkan 350 Ribu Rumah Subsidi

Maklum, jelas Heru, saat ini Indonesia masih menghadapi backlog sekitar 9,4 juta keluarga yang belum memiliki rumah.

“Karena itu, FLPP menjadi salah satu instrumen utama pemerintah untuk mengurangi angka tersebut,” ujarnya dikutip dari laman BP Tapera.

Terkait kolaborasi atau sinergi dengan para pemangku kepentingan perumahan, termasuk asosiasi pengembang, BP Tapera melihat posisi penting Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (DPP Asprumnas) di Auditorium Hotel Bidakara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.

Melalui Rakernas ini, BP Tapera berharap sinergi antara pemerintah, asosiasi pengembang, sektor perbankan, dan seluruh mitra pembangunan semakin kuat sehingga Program KPR Sejahtera FLPP dapat menjangkau lebih banyak masyarakat serta mendukung terwujudnya Program Tiga Juta Rumah di Indonesia.

Ketua Umum DPP Asprumnas, M Syawali Pratna, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan perumahan nasional.

BACA JUGA:Begini Market Share Rumah Subsidi Lima Asosiasi, Asprumnas Naik Kelas

Dia mengapresiasi dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta BP Tapera, yang terus memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan sehingga target pembangunan rumah bagi masyarakat dapat terus meningkat.

”Asprumnas terus membangun ekosistem perumahan yang terintegrasi. Kami tidak hanya menyiapkan rumah, tetapi juga membangun kawasan yang didukung lapangan kerja, sektor pertanian, perikanan, dan aktivitas ekonomi agar masyarakat yang telah memiliki rumah juga memiliki sumber penghidupan,” tutur Syawali.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat.

“Apersi adalah mitra strategis pemerintah. Kita harus bergotong royong agar semakin banyak rakyat Indonesia memiliki rumah yang layak,” ujar Maruarar.

Pernyataan Menteri PKP itu dilontarkan dalam Pelantikan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (DPP Apersi) Periode 2026–2031 di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, Selasa, 21 Juli 2026.

BACA JUGA:Menteri PKP: Hibah Lahan Lippo Group Dorong Percepatan Program Rumah untuk MBR

Ketua Umum DPP Apersi Periode 2026–2031 Deddy Indrasetiawan menegaskan bahwa Apersi akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat serta mendukung berbagai program pembangunan perumahan nasional.

Menurut Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Sid Herdi Kusuma, keberhasilan Program Tiga Juta Rumah memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, perbankan, dan asosiasi pengembang agar masyarakat semakin mudah memeroleh akses pembiayaan rumah.

Dia menegaskan, BP Tapera berperan sebagai pengelola dana murah jangka panjang untuk pembiayaan perumahan yang berkelanjutan.

“Jaga kepercayaan masyarakat karena keberhasilan Program Tiga Juta Rumah bukan hanya soal jumlah rumah yang dibangun, tetapi juga kualitas dan integritas seluruh pihak yang terlibat,” kata Menteri PKP.

BACA JUGA:Siap-siap Ada Akad Massal 62 Ribu Unit KPR FLPP 

(*)