Prapenjualan Puradelta Lestari Naik 20 Persen

Prapenjualan (marketing sales) PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) naik sekitar 20 persen pada kuartal pertama 2026 disandingkan periode sama setahun sebelumnya/foto: deltamas.id

Jakarta, landbank.co.id– Prapenjualan (marketing sales) PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) naik sekitar 20 persen pada kuartal pertama 2026 disandingkan periode sama setahun sebelumnya.

Mengutip data PT Puradelta Lestari Tbk, emiten yang mengusung kode saham DMAS di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini tiga bulan pertama 2026 mengantongi prapenjualan Rp561,43 miliar.

Bacaan Lainnya

Sebaliknya, sepanjang Januari-Maret 2025, nilai prapenjualan PT Puradelta Lestari Tbk masih bertengger di angka Rp466 miliar.

Emiten yang melantai di BEI sejak tahun 2015 ini mengaku bahwa raihan prapenjualan kuartal pertama 2026 setara dengan sekitar 27 pesen dari target tahun 2026 yang sebesar Rp2,08 triliun.

“Penjualan lahan industri masih menjadi tulang punggung atas pencapaian prapenjualan di awal tahun 2026 ini,” jelas Tondy Suwanto, direktur dan sekretaris perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk, dikutip Sabtu 25 April 2026.

Baca juga: Permintaan Lahan untuk Data Center, Puradelta: Masih Tinggi

Selain penjualan pada sektor industri, prapenjualan tahun 2026 pemilik proyek Kota Deltamas, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat ini didukung pula oleh penjualan sektor hunian yaitu berupa rumah tapak.

Seiring dengan terus berkembangnya teknologi informasi, serta booming pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang masih berlangsung, maka semakin banyak permintaan akan lahan industri di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC) Kota Deltamas yang berasal dari industri pusat data (data center).

“Dari sekitar 75 hektare permintaan lahan industri awal tahun 2026 ini, lebih separuhnya berasal dari sektor data center,” ujar Tondy Suwanto.

DMAS yang memiliki pengembangan area komersial seluas 358 hetare tersebut menargetkan prapenjualan sebesar Rp2,08 triliun pada 2026.

Baca juga: Ini Pertimbangan DMAS Pilih Target Presales Konservatif Moderat

“Target prapenjualan Rp2,08 triliun untuk tahun 2026 merupakan cerminan optimisme seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Tondy, beberapa waktu lalu.

Dia mengaku target itu ditopang oleh permintaan lahan industri yang pada awal 2026 terlihat masih cukup tinggi.

Pos terkait