Indonesia Masuk Incaran Investasi Rp20 Triliun British International Investment

British International Investment, lembaga pembiayaan pembangunan Inggris mengumumkan strategi baru lima tahunnya, termasuk peluncuran British Climate Partners/foto: bii

Jakarta, landbank.co.id– British International Investment (BII), lembaga pembiayaan pembangunan (DFI) Inggris sekaligus investor berdampak, mengumumkan strategi baru lima tahunnya, termasuk peluncuran British Climate Partners (BCP).

British Climate Partners adalah inisiatif baru senilai £1,1 miliar atau sekitar Rp20 triliun dengan asumsi nilai tukar Rp20.000 per Euro.

Bacaan Lainnya

Mengutip publikasi – British International Investment, British Climate Partners dirancang untuk memobilisasi modal swasta dalam skala besar guna mendukung transisi energi di negara-negara berkembang Asia dan mempercepat pencapaian target net zero.

Publikasi itu menyebutkan bahwa negara-negara Asia menyumbang sekitar tiga perempat dari permintaan batu bara global pada 2024, sehingga menempatkan kawasan ini sebagai pusat tantangan transisi energi global.

Selain itu, kebutuhan investasi untuk beralih dari batu bara masih sangat besar, dengan Asia Tenggara membutuhkan sekitar US$210 miliar per tahun dan India setidaknya US$160 miliar per tahun hingga 2030.

Sebagai investor pembiayaan iklim terdepan, BII meningkatkan komitmennya untuk mendukung transisi energi di Asia dengan memobilisasi modal swasta bersama investasinya sendiri.

Baca juga: Indonesia Negara Asia Pasifik Pertama yang Punya Pedoman Investasi Pariwisata

Melalui BCP, BII akan bekerja sama dengan investor swasta untuk menyalurkan pendanaan melalui kombinasi platform ekuitas dan pembiayaan mezzanine guna memperbesar skala proyek iklim, mengurangi risiko tahap awal, serta menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi untuk menarik investor komersial.

Inisiatif ini akan fokus pada investasi yang mendukung pengurangan emisi di negara-negara dengan pertumbuhan cepat yang masih bergantung pada energi berbasis batu bara serta memiliki permintaan energi bersih yang meningkat, termasuk India, Filipina, Indonesia, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

BII akan tetap menyediakan pembiayaan iklim di pasar lainnya. Dalam lima tahun ke depan, BII memperkirakan setidaknya 40 persen dari investasi barunya, termasuk melalui BCP, akan masuk kategori pembiayaan iklim, naik dari target 30 persen pada periode strategi sebelumnya.

 “Dalam beberapa bulan terakhir, saya telah menekankan perlunya pendekatan baru Inggris dalam pembangunan – beralih dari hibah bantuan tradisional ke kemitraan jangka panjang yang menggabungkan investasi, keahlian, dan reformasi pembiayaan internasional,” tutur Minister for Development, Jenny Chapman, dikutip Sabtu 25 April 2026.

Baca juga: Penyedia Energi Surya Komersial dan Industri Ini dapat Fasilitas Pendanaan US$10 Juta

Dia menambahkan, langkah ini juga berarti berinvestasi secara bertanggung jawab: memanfaatkan seluruh kekuatan yang dimiliki Inggris – mulai dari kerja sama melalui organisasi internasional dan instrumen investasi, hingga riset, saran praktis, dan diplomasi.

“Jika digunakan secara terpadu, hal ini dapat membantu bisnis berkembang, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung reformasi dan kebijakan yang dipilih oleh negara mitra,” ujar dia.

Pos terkait