Prapenjualan Melejit 112 Persen, Bos PANI Bilang Begini

Prapenjualan (marketing sales) PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) pada kuartal pertama 2026 melejit 112 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama 2025/foto: pik2.com

Ke depan, jelas manajemen PANI, prospek pertumbuhan kawasan PIK2 semakin diperkuat oleh beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE) sebagai salah satu pusat MICE terbesar di Indonesia, yang terus mendorong peningkatan kunjungan, aktivitas bisnis, dan eksposur kawasan.

Di sisi lain, pembukaan bertahap Tol KATARAJA turut meningkatkan konektivitas langsung menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan pusat Jakarta.

Bacaan Lainnya

Kombinasi kedua katalis ini diyakini akan semakin memperkuat traffic, aktivitas ekonomi, serta permintaan properti di seluruh ekosistem PIK2. Dengan cadangan lahan (land bank) sekitar 1.825 hektare, positioning premium market yang kuat, serta keunggulan sebagai salah satu pengembangan kota pesisir modern berskala besar yang unik di Indonesia, PANI berada pada posisi strategis untuk terus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

Baca juga: Incar Marketing Sales Rp4,3 Triliun, PANI Andalkan Residensial

“Dengan cadangan lahan yang luas, konektivitas kawasan yang semakin kuat melalui Tol KATARAJA, serta beroperasinya NICE sebagai fasilitas MICE berskala internasional, kami optimistis PIK2 akan terus tumbuh sebagai kota pesisir modern yang terintegrasi,” tutur Aguan.

Kawasan ini, tambah dia, dipersiapkan oleh PANI menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham, pelaku usaha, dan masyarakat luas.

“Pengembangan kawasan berskala besar memerlukan visi jangka panjang, disiplin eksekusi, serta dukungan infrastruktur yang terus berkembang,” tegas Aguan.

Baca juga: Bos PANI Bilang Begini Soal Prospek Properti

PANI mengusung konsep pengembangan kawasan dengan filosofi gaya hidup dinamis dan modern, serta senantiasa berinovasi untuk menjawab kebutuhan pasar yang dinamis.

 

(*)

Pos terkait