Jakarta, landbank.co.id– Prapenjualan (marketing sales) PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) pada kuartal pertama 2026 melejit 112 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama 2025.
Sepanjang Januari-Maret 2026, emiten properti berkode saham PANI di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini membungkus marketing sales sebesar Rp987 miliar.
“Pencapaian marketing sales pada awal tahun ini mencerminkan apresiasi pasar yang tetap tinggi terhadap kualitas produk dan pengembangan kawasan PIK2, khususnya pada segmen hunian premium dan area komersial strategis,” kata Presiden Direktur PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk, Sugianto Kusuma dalam siaran pers, dikutip Jumat 1 Mei 2026.
PANI sebagai pengembang kota mandiri Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) punya sejumlah produk hunian premium di antaranya Pasir Putih Residence, Rumah Milenial, Permata Hijau Residence, Padma, Pantai Bukit Villa, dan Bukit Nirmala.
Baca juga: Prapenjualan Residensial PANI Melejit
Kehadiran rumah tapak itu semakin memperkuat positioning PIK2 sebagai kawasan hunian premium dengan lingkungan liveable dan terintegrasi.
Pertumbuhan prapenjualan tiga bulan pertama 2026 terutama ditopang oleh kinerja sangat kuat segmen residensial, mencerminkan tingginya minat pasar terhadap produk hunian premium di PIK2.
Di sisi lain, penjualan kaveling tanah komersial juga mencatat pertumbuhan solid, didorong oleh permintaan yang tetap kuat terhadap kawasan CBD PIK2 sebagai pusat aktivitas bisnis baru.
Kinerja ini dinilai menunjukkan daya tarik kawasan PIK2 yang terus berkembang, baik sebagai destinasi hunian maupun pusat komersial terintegrasi.
Baca juga: NICE PIK 2 Bakal Jadi Tempat Java Jazz Festival 2026
Bos PANI menyatakan bahwa capaian pada kuartal pertama tahun 2026 menunjukkan pengembangan kawasan PIK2 terus berada pada jalur yang tepat dan semakin memperlihatkan kekuatan fundamental kawasan sebagai kota mandiri modern berskala besar.
“Kami melihat PIK2 terus berkembang sebagai kawasan terpadu yang memiliki daya tarik tinggi, baik bagi end-user maupun investor, seiring dengan semakin lengkapnya ekosistem kawasan yang dibangun secara bertahap dan berkelanjutan,” kata Sugianto Kusuma yang akrab disapa Aguan itu.





