“Hal ini mencerminkan pertumbuhan permintaan tahap awal yang didukung oleh ketersediaan lahan yang melimpah dan pembangunan yang berkelanjutan,” dilansir riset Colliers.
Di Bekasi, masih mengutip riset itu aktivitas transaksi tetap relatif terbatas karena keterbatasan ketersediaan lahan. Kawasan industri GIIC mencatat sekitar 4 hektare transaksi dari operator pusat data, sedangkan Bekasi Fajar mengamankan sekitar 2 hektare dari dua perusahaan manufaktur lokal.
Lalu, Jababeka mencatat transaksi sekitar 4,7 hektare, terutama didorong oleh perusahaan tekstil (±2,9 hektare), dengan kontribusi tambahan dari industri makanan & minuman, perawatan kesehatan, logistik, dan industri terkait baja.
Kawasan Karawang pun terus mencatat permintaan yang stabil, didukung oleh penyewa yang terkait dengan manufaktur dan teknologi.
Kawasan industri KIIC mencatat sekitar 10 hektare dari operator pusat data, sedangkan Suryacipta mencatat transaksi 6 hektare dari produsen gelas kertas.
Baca juga: Harga Lahan Industri 2026 Diprediksi Naik
Kemudian, Artha Industrial Hill juga mencatat sekitar 6 hektare dari perusahaan tekstil.
Di Subang, aktivitas tetap relatif terbatas tetapi menunjukkan tanda-tanda awal ekspansi dari penyewa yang ada. Sebuah perusahaan tekstil di Subang Smartpolitan melakukan ekspansi sekitar 2 hektare, menunjukkan meningkatnya kepercayaan pada prospek jangka panjang daerah tersebut.
“Keterbatasan lahan di kawasan matang mendorong penyewa untuk mempertimbangkan lokasi lebih ke timur, di mana lahan luas dan harga yang lebih kompetitif masih tersedia,” jelas Ferry Salanto, head of Industrial & Logistics Services Colliers.
Di koridor barat, Modern Cikande mencatat transaksi dengan total sekitar 2,7 hektare, didorong oleh sektor manufaktur kimia dan seng, yang menunjukkan minat berkelanjutan dari industri berat dan sektor pendukung.
Baca juga: Ini Deretan Penjual Lahan Industri di Jabodetabek
Secara keseluruhan, meskipun permintaan tetap tangguh dan didukung oleh sektor-sektor dengan prospek pertumbuhan jangka panjang yang kuat, pasar terus menunjukkan ekspansi selektif dan pengambilan keputusan yang hati-hati.
(*)





