NRCA Kantongi Pendapatan Rp3,61 Triliun

PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) membukukan peningkatan pendapatan dan laba bersih sepanjang tahu 2025 disandingkan dengan setahun sebelumnya/foto: nusarayacipta,com

Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, laba bersih perusahaan yang didirikan pada 1975 ini tercatat sebesar Rp175,52 miliar pada 2025, sedangkan setahun sebelumnya senilai Rp81,60 miliar.

Memasuki tahun 2026, NRCA mengaku terus mencari kontrak-kontrak baru guna mendulang pendapatan.

Bacaan Lainnya

“Perseroan mencari proyek baru gedung bertingkat tinggi, seperti perhotelan, apartemen, pusat perbelanjaan, perkantoran, rumah sakit, gedung pendidikan, industri, pengerjaan struktur, dan juga infrastruktur,” kata manajemen NRCA dalam paparan publik, beberapa waktu lalu.

Pada 2025, Perseroan menggulirkan sejumlah strategi dan program di antaranya fokus mengembangkan dan mempertahankan usaha jasa konstruksi.

Selain itu, secara proaktif mencari peluang dalam proyek pemerintah dengan cara mengikuti tender dan memenuhi semua persyaratan teknikal dan administrasi.

Baca juga: Catat, Jadwal Pembayaran Dividen NRCA

“Meningkatkan ataupun mempertahankan pasar yang ada dalam hal mendapatkan kontrak baru dari pemilik proyek ataupun pelanggan tetap Perseroan,” urai manajemen NRCA.

Sementara itu, jumlah aset NRCA tercatat sebesar Rp2,90 triliun pada akhir 2025, sedangkan pada periode sama 2024 sekitar Rp2,37 triliun.

Di sisi liabilitas, NRCA membungkus Rp1,54 triliun pada akhir 2025, sedangkan setahun sebelumnya sekitar Rp1,17 triliun.

Ekuitas NRCA juga terlihat meningkat, yakni dari semula Rp1,20 triliun pada akhir 2024 menjadi sebesar Rp1,37 triliun pada akhir 2025.

Per akhir Desember 2025, para pemegang saham NRCA terdiri atas PT Surya Semesta Internusa Tbk sebesar 63,94 persen, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk 6,02 persen, Hadiwinarto Christanto (presiden direktur NRCA) 2,46 persen, dan Eddy Purwana Wikarita (wakil presiden direktur NRCA) 2,37 persen.

Baca juga: Pakai Mobox, Hunian Pekerja Konstruksi IKN Jadi Tahan Gempa

Lalu, pemegang saham lainnya adalah David Suryadhi sebanyak 1,84 persen, PT Nusira Putera 1,60 persen, PT Anindita Rahadian Perkasa 0,21 persen, PT Hadinusa Tirta 0,21 persen, PT Anugerah Andita Suryadi 0,16 persen, PT Persada Capital Investama 0,16 persen, dan masyarakat 21,03 persen.

 

(*)

Pos terkait