Jakarta, landbank.co.id– PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) berencana membayarkan dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar Rp41,67 miliar pada 13 Mei 2026.
Dividen tunai itu diambil dari laba bersih PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk tahun 2025. Tahun itu, emiten berkode saham PJAA di Bursa Efek Indoneia (BEI) membungkus laba bersih Rp180,19 miliar.
“Rencana pembagian dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 itu sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS Tahunan) tanggal 14 April 2026,” jelas manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk tahun 2025 dikutip Sabtu 18 April 2026.
Pembayaran dividen itu setara dengan sebesar Rp26,05 per saham atau setara 23,13 persen dari laba bersih PJAA tahun 2025.
Baca juga: PJAA Realisasikan Dana Penawaran Umum Rp503,06 miliar
RUPS Tahunan PJAA tersebut juga menetapkan cadangan umum sebesar Rp1,80 miliar atau sekitar 1 persen dari laba bersih tahun buku 2025.
Pemilik destinasi wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta ini juga menetapkan laba ditahan sebesar Rp138,51 miliar atau setara 76,87 persen dari laba bersih tahun buku 2025, termasuk di dalamnya cadangan umum sebesar 1 persen.
Sementara itu, mengutip laporan keuangan Perseroan, PJAA mengantongi pendapatan Rp1,12 triliun pada 2025, sedangkan setahun sebelumnya senilai Rp1,27 triliun.
Tahun 2025, pilar utama pemasukan Pembangunan Jaya Ancol berasal dari pendapatan tiket, yakni dari wahana wisata dan pintu gerbang.
Ketika itu, pendapatan tiket menyetor sekitar Rp737,71 miliar atau setara dengan sekitar 66 persen dari total pendapatan PJAA pada 2025.
Baca juga: Pembangunan Jaya Ancol Raih Pendapatan Rp1,12 Triliun
Dominasi serupa terjadi pada 2024. Saat itu, Perusahaan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini mengantongi pendapatan tiket Rp907,18 miliar atau menyumbang sekitar 72 persen terhadap total pendapatan.





