Pada 2025, laba bersih PJAA sebesar Rp180,19 miliar, sedangkan tahun 2024 masih sekitar Rp177,79 miliar.
Sementara itu, untuk menjaga daya saing Taman Impian Jaya Ancol dalam jangka panjang, terutama dengan munculnya destinasi baru seperti kawasan PIK, PJAA telah menyiapkan sejumlah rencana pengembangan dan inovasi yang secara bertahap dan berkelanjutan.
Jurus itu antara lain fokus pada revitalisasi kawasan existing, termasuk modernisasi wahana, peningkatan kualitas fasilitas pengunjung, serta penguatan konektivitas dan kenyamanan pengunjung.
Aset naik
Sementara itu, pada 2025, jumlah aset PJAA tercatat sebesar Rp3,63 triliun, sedangkan setahun sebelumnya masih berada di level Rp3,59 triliun.
Baca juga: Pendapatan Tiket Masih Andalan PJAA, Sentuh Rp332 Miliar
Sebaliknya, liabilitas PJAA turun dari semula Rp1,86 triliun pada 2024 menjadi Rp1,77 triliun pada tahun lalu.
PJAA juga mampu meningkatkan ekuitas menjadi Rp1,86 triliun pada 2025 disandingkan dengan raihan 2024 yang senilai Rp1,73 triliun.
Per akhir Desember 2025, pemegang saham PJAA terdiri atas Pemerintah DKI Jakarta sebesar 72,00 persen, PT Pembangunan Jaya 18,01 persen, dan masyarakat 9,99 persen.
Baca juga: PJAA Dapat Setoran Dividen Rp160 Miliar
Berikut ini jadwal pembagian dividen tunai PJAA:
- Tanggal Efektif: 14 April 2026
- Tanggal Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 22 April 2026
- Tanggal Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 23 April 2026
- Tanggal Cum Dividen di Pasar Tunai: 24 April 2026
- Tanggal Ex Dividen di Pasar Tunai: 27 April 2026
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai: 24 April 2026 pukul 16.00 WIB
- Tanggal Pembayaran Dividen: 13 Mei 2026
Baca juga: Pembangunan Jaya Ancol Lunasi Kredit Modal Kerja Rp200 Miliar
(*)





