Masih Ada Celah Permintaan Ruang Kantor, Bisa Tumbuh 6 Persen

Permintaan itu terutama didorong oleh beberapa sektor yang rajin belanja ruang kantor seperti IT, perbankan, serta minyak dan gas/foto: leads property

Radar Leads Property merekam bahwa koridor Jenderal Sudirman dan SCBD tetap menjadi lokasi yang paling diminati.

Di sisi lain, pada kuartal pertama 2026, terdapat peningkatan minat dari perusahaan-perusahaan berbasis di Tiongkok, yang lebih memilih koridor Rasuna Said, didukung oleh tarif sewa yang lebih kompetitif, keberadaan jalur LRT, dan kedekatan dengan Kedutaan Besar Tiongkok di Mega Kuningan.

Bacaan Lainnya

 

Tarif Sewa

Sementara itu, kata Martin, para pemilik gedung perkantoran (landlord) perlu menjaga stabilitas harga, khususnya bagi gedung- gedung yang relatif baru dan tingkat huniannya masih rendah, misalkan di bawah 50 persen.

Baca juga: Dampak Kebijakan WFH ASN Terhadap Okupansi Perkantoran

Landlord perlu bersikap kompetitif demi menarik tenant, sambil menjaga tenant yang sudah ada atau existing,” ujar dia.

Pada kuartal pertama 2026, jelas Martin, harga sewa kotor ruang perkantoran di pusat kawasan bisnis (central business district/CBD) Jakarta mencapai Rp337.500/m2/bulan.

Lalu, untuk tarif sewa di luar CBD Jakarta menyentuh angka sebesar Rp238.100/m2/bulan.

“Tarif sewa ruang kantor di Jakarta itu relatif stabil dari tahun 2025,” kata Martin.

Baca juga: Di tengah Bisnis Perkantoran yang Menantang, Leads Property: Ada Permintaan dari Dunia Pendidikan

Martin memerkirakan, hingga akhir 2026, besaran tarif sewa ruang kantor di Jakarta berada di kisaran angka kuartal pertama 2026.

“Paling-paling hanya bertumbuh berkisar 0,2-0,8 persen secara tahunan karena kekosongan ruang kantor yang diperkirakan masih berada di kisaran 2,9 jutaan meter persegi di Jakarta,” ungkap Martin.

 

(*)

Pos terkait