Jakarta, landbank.co.id– Manajemen PT Intiland Development Tbk (DILD) mengaku bahwa ketika memasuki tahun 2026 pihaknya melangkah lebih optimis.
“Intiland siap menapak tahun 2026 dengan lebih optimistik dan memperkukuh daya saing untuk tumbuh secara berkelanjutan,” urai Archied Noto Pradono, direktur utama PT Intiland Development Tbk dalam Annual Report Perseroan Tahun 2025.
Dia menyatakan, Intiland percaya industri properti memiliki peran penting dalam perkembangan masyarakat. Meskipun pasar masih cenderung selektif, sektor properti memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi, penyerap tenaga kerja, dan penyedia kebutuhan primer di tengah masih tingginya angka backlog pada 2025.
“Gambaran ini memberikan keyakinan bagi Perseroan terhadap prospek usaha ke depan,” jelasnya.
Dalam pandangan Intiland, keyakinan pemerintah terhadap prospek usaha ke depan tercermin dari penetapan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen dengan inflasi terkendali pada kisaran 2,5 persen.
Baca juga: Intiland Kantongi Penjualan Perumahan Rp422,71 Miliar
Kebijakan dan program pemerintah untuk mengakselerasi industri properti berperan penting dalam mempengaruhi prospek usaha ke depan.
“Program pembangunan tiga juta rumah dan perpanjangan insentif PPN-DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah), diharapkan mendorong permintaan properti, khususnya untuk properti hunian,” kata Archied.
Pada 2026, pemerintah mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp58 triliun, untuk mendukung program tiga juta rumah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
“Kami memproyeksikan prospek sektor properti masih berfokus pada fase ketahanan, adaptasi segmen menengah bawah, penerapan kaidah bangunan hijau, dan transformasi digital atau kecerdasan buatan,” dilansir Annual Report Perseroan.
Di tengah dinamika pasar, Perseroan optimistik punya sumber daya yang mencukupi untuk menjaga pertumbuhan kinerja secara jangka panjang.
Baca juga: Kawasan Industri Dorong Kinerja Intiland
Melalui empat ragam segmen pengembangan yang mencakup kawasan perumahan, mixed-use & high rise, kawasan industri dan properti investasi, Perseroan memiliki fleksibilitas untuk menentukan prioritas penjualan dan sumber pendapatan usaha di saat pasar bergejolak.
Untuk memastikan pertumbuhan usaha, Perseroan memfokuskan pada empat strategi utama, meliputi pertumbuhan organik, peluang akuisisi, kemitraan strategis, serta pengelolaan modal dan investasi.





