“Kami menargetkan recurring income tetap berada di kisaran 70 persen, dan proyek-proyek ini akan menjadi pendorong utama pencapaian target tersebut ke depan,” tutur Surina, wakil presiden direktur Paradise Indonesia.
Kontribusi 23 Semarang Shopping Center telah mulai tercermin pada kinerja Perusahaan pada tahun ini.
Sementara itu, proyek 88 Plaza Balikpapan diproyeksikan menjadi sumber pertumbuhan baru seiring perkembangan proyek dan aktivitas operasional nantinya.
Kehadiran kedua proyek tersebut diharapkan semakin memerkuat kualitas portofolio Paradise Indonesia sebagai pengembang dengan basis pendapatan berulang yang solid.
Baca juga: Terapkan Strategi Ini, INPP Berharap Recurring Income Setor 70 Persen
Strategi tersebut tercermin pada kinerja Perusahaan sepanjang kuartal I 2026, Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp326,90 miliar, meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kontribusi positif dari seluruh segmen usaha, terutama segmen komersial sebagai penyumbang terbesar.
Di tengah dinamika industri properti, Paradise Indonesia tetap mengedepankan strategi pertumbuhan yang disiplin.
Perseroan tidak hanya memperluas portofolio melalui pengembangan proyek baru, tetapi juga aktif meningkatkan nilai aset yang telah dimiliki.
Revitalisasi aset seperti renovasi hotel dan pusat perbelanjaan menjadi fokus utama tahun ini, dengan tujuan menjaga daya saing aset, meningkatkan pengalaman pelanggan, menarik tenant berkualitas, serta mengoptimalkan produktivitas aset dalam jangka panjang.
Baca juga: Tahun 2025 Kinclong, INPP Siap Tambah Proyek di Balikpapan
Saat ini, Paradise Indonesia memiliki 13 hotel di Jakarta, Bali, Batam, Yogyakarta dan Makassar, yang mencakup segmen hotel bisnis hingga luxury hospitality.
Selain itu, INPP memiliki dua serviced apartment di Jakarta dan Bali, serta enam pusat perbelanjaan di Jakarta, Bandung, dan Bali.
(*)





