Pada 2025, mayoritas pemasukan APLN berasal dari penjualan rumah tinggal, yakni sebesar Rp1,06 triliun atau setara sekitar 30 persen dari total pendapatan Perseroan.
Selebihnya disumbang oleh pendapatan dari bisnis hotel, pendapatan sewa, penjualan apartemen, hingga penjualan tanah.
Target Moderat
Sementara itu, memasuki tahun 2026, prospek usaha Perseroan akan sangat dipengaruhi oleh arah pemulihan perekonomian nasional dan global serta efektivitas kebijakan makroekonomi dalam mendorong permintaan domestik.
Baca juga: Pemegang Saham APLN Pilih Tambah Saldo Laba
Sejumlah indikator menunjukkan bahwa tekanan terhadap industri properti berpotensi mulai mereda secara bertahap, didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga, stabilisasi inflasi, serta membaiknya sentiment konsumen.
“Namun demikian, pemulihan tersebut diperkirakan berlangsung secara selektif, khususnya pada segmen menengah ke atas yang masih bergantung pada tingkat kepercayaan dan daya beli Masyarakat,” urai Bacelius Ruru, direktur utama PT Agung Podomoro Land Tbk, dikutip dari Laporan Tahunan Perseroan Tahun 2025.
Masih mengutip laporan itu, dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Perseroan menetapkan target kinerja tahun 2026 secara lebih moderat, dengan fokus pada peningkatan profitabilitas dan kualitas penjualan.
Pendekatan ini mencerminkan strategi yang lebih berhati-hati dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan ketahanan usaha.
Baca juga: Jual Mal, APLN Perkuat Kas dan Likuiditas
Secara keseluruhan, tahun 2026 dipandang sebagai fase transisi menuju pemulihan yang lebih stabil.
“Dengan struktur usaha yang lebih solid dan strategi yang terarah, Perseroan optimistis dapat mempertahankan daya tahan usaha sekaligus menangkap peluang pertumbuhan secara selektif,” tutur dia.
Para pemegang saham APLN per akhir Maret 2026 terdiri atas PT Indofica sebesar 82,72 persen, Trihatma Kusuma Haliman 5,00 persen, Direksi dan Komisaris APLN 0,02 persen, dan masyarakat 12,26 persen.
Baca juga: Begini Dampak Penjualan Hotel Pullman Ciawi bagi APLN
(*)





