Memasuki tahun 2026, DMAS mampu meningkatkan raihan prapenjualan. Hal itu terlihat pada kuartal pertama yang bertumbuh sekitar 20 persen disandingkan dengan periode sama 2025, yakni dari Rp466 miliar menjadi Rp561,43 miliar.
Torehan pada tiga bulan pertama 2026 sekitar 27 persen dari target prapenjualan tahun ini yang sebesar Rp2,08 triliun.
“Penjualan lahan industri masih menjadi tulang punggung atas pencapaian prapenjualan di awal tahun 2026 ini,” jelas Tondy Suwanto.
Nilai Tambah Properti
Sementara itu, di tengah dinamika sektor properti dan industri nasional, Kota Deltamas, yang merupakan proyek joint venture antara Sinar Mas Land dan Sojitz Corporation Jepang, menunjukkan kinerja yang cukup baik.
Hal ini tercermin dari kinerja keuangan DMAS sepanjang tahun 2025 yang membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,3 triliun. Seiring dengan kinerja tersebut, Kota Deltamas optimistis menatap tahun 2026 dengan menargetkan prapenjualan sebesar Rp2,08 triliun.
Baca juga: Laba Bersih DMAS Tumbuh 10,2 Persen, Raih Rp1,33 Triliun
Penetapan target prapenjualan ini didorong oleh pengembangan kawasan yang semakin terintegrasi, mencakup sektor industri, komersial, dan residensial, serta meningkatnya minat investor dan konsumen terhadap kawasan dengan konsep kota mandiri.
Ke depan, Kota Deltamas terus memperkuat posisinya sebagai pusat aktivitas bisnis dan hunian modern di koridor timur Jakarta melalui pengembangan infrastruktur, fasilitas, serta ekosistem yang berkelanjutan.
“Selama lebih dari 30 tahun, investasi konsisten pada infrastruktur, fasilitas publik, dan ekosistem bisnis telah mengubah wajah Kota Deltamas secara fundamental,” kata Presiden Direktur PT Puradelta Lestari Tbk, Hongky J Nantung, Jumat 8 Mei 2026.
Dia menjelaskan, kawasan yang dulu dikenal semata sebagai lokasi pabrik otomotif kini telah menjadi destinasi gaya hidup urban premium.
”Nilai investasi properti di Kota Deltamas terus meningkat, seiring bertambahnya populasi penghuni, konektivitas infrastruktur, dan hadirnya fasilitas komersial skala besar seperti AEON Mall, Greenland Square dan Diamante Premium Business Gallery,” kata dia.
Baca juga: Segmen Industri Otot Pendapatan Puradelta Lestari
Menurut Hongky J Nantung, Kota Deltamas juga menghadirkan ragam pilihan hunian berkualitas yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen masyarakat, dari generasi milenial, keluarga muda, hingga ekspatriat yang membutuhkan standar hunian internasional.
”Ke depan, Kota Deltamas akan terus dikembangkan sebagai kawasan terpadu yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta para investor, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu kota mandiri unggulan di Indonesia,” papar dia.
Kota Deltamas menghadirkan beragam pilihan hunian untuk berbagai segmen dengan pilihan harga mulai dari kisaran Rp1,2 miliar hingga Rp2,9 miliar.
Produk itu mulai dari De Silva Residence & De Silva Hybrid yang mengusung konsep modern kontemporer dan hybrid-living di atas lahan 1,2 hektare, dengan tingkat penyerapan mencapai 85 persen pada fase perdana, hingga klaster Woodchester yang menawarkan hunian dua lantai bagi keluarga dengan kebutuhan ruang lebih luas.
Selain itu, klaster Savasa, hasil kolaborasi dengan Panasonic Homes Jepang, mengedepankan konsep hunian cerdas berbasis empat pilar, yakni smart township, smart security, smart homes, dan smart community.
Baca juga: Ini Pertimbangan DMAS Pilih Target Presales Konservatif Moderat
Tingginya minat pasar terhadap produk hunian ini menegaskan transformasi Kota Deltamas dari sekadar kawasan industri menjadi kota mandiri yang semakin diminati sebagai tempat tinggal.
(*)





