Tidak hanya itu, lokasinya yang berada di kawasan Green Tunnel, Alam Sutera, membuat lingkungan sekitar kavling masih terasa sangat asri.
Area hijau yang luas dan sistem tata kota yang terintegrasi menjadi pondasi penting dalam menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi para penghuninya.
Cluster The Gramercy juga dilengkapi dengan sport lounge eksklusif dan gym premium yang berada di dalam cluster, memberikan kemudahan bagi penghuni untuk menjaga gaya hidup aktif tanpa perlu bepergian jauh.
Baca juga: 2025, Laba Bersih ASRI Moncer
Di tengah keterbatasan lahan di kawasan premium, kesempatan ini menjadi semakin bernilai, tidak hanya sebagai aset properti, tetapi juga sebagai tempat tinggal berkualitas pada masa depan.
Penjualan Tanah Meningkat
Sementara itu, pada 2025, pendapatan perusahaan yang berdiri pada 1994 ini turun sekitar 15 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024.
Pada 2025, tulang punggung pendapatan ASRI, yakni penjualan rumah dan rumah toko (ruko) terlihat turun sekitar 42 persen.
Segmen tersebut pada 2025 membungkus penjualan sekitar Rp1,14 triliun, sedangkan setahun sebelumnya sebesar Rp1,96 triliun.
Baca juga: Laba Bersih ASRI Melambung
Penjualan rumah dan ruko menyumbang sekitar 39 persen terhadap total pendapatan emiten properti yang melantai di BEI sejak tahun 2007 itu.
Kontributor kedua terbesar terhadap pendapatan ASRI, yakni penjualan tanah mencatat pertumbuhan sekitar 71 persen pada 2025, yakni dari Rp471,72 miliar menjadi Rp806,29 miliar.
Per akhir Desember 2025, para pemegang saham ASRI terdiri atas PT Tangerang Fajar Industrial Estate sebesar 25,72 persen, PT Manunggal Prime Development 23,39 persen, dan PT Argo Manunggal Land Development 0,66 persen.
Baca juga: Rumah dan Ruko Masih Jadi Andalan Alam Sutera Realty
Selain itu, PT Maybank Sekuritas Indonesia 6,29 persen, Joseph Sanusi Tjong 0,01, dan masyarakat 43,93 persen.
(*)





