Jakarta, landbank.co.id– PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengincar penjualan pemasaran (marketing sales) atau prapenjualan sebesar Rp1,5 triliun pada 2026.
Mengutip data PT Agung Podomoro Land Tbk, target marketing sales tahun 2026 itu lebih besar sekitar 6 persen bila disandingkan dengan raihan setahun sebelumnya.
Pada 2025, PT Agung Podomoro Land Tbk yang mengusung kode saham APLN di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini membungkus marketing sales sebesar Rp1,41 triliun.
Tahun 2025, penyumbang terbesar penjualan pemasaran perusahaan yang didirikan pada 2024 bersumber dari proyek Podomoro Park Bandung, Jawa Barat, yakni sebesar Rp466,6 miliar.
Podomoro Park Bandung yang dikembangkan di atas lahan seluas 115 hektare (ha) itu menyumbang sekitar 33 persen terhadap total penjualan pemasaran APLN tahun 2025.
Baca juga: Penjualan Rumah Agung Podomoro Land Sentuh Rp1 Triliun
Prapenjualan Podomoro Park Bandung tahun 2025, mengutip data APLN, terlihat lebih rendah sekitar 26 persen bila disandingkan dengan raihan 2024 yang sebesar Rp630,8 miliar.
Ketika itu, proyek yang dikembangkan mulai tahun 2018 ini menyumbang sekitar 33 persen terhadap total prapenjualan APLN.
Penyumbang kedua terbesar terhadap prapenjualan APLN tahun 2025 adalah proyek Podomoro City Deli Medan, Sumatera Utara, yakni sebesar Rp224,1 miliar atau setara sekitar 16 persen.
Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 5,2 hektare ini mencatat penurunan marketing sales sekitar 45 persen pada 2025, mengingat setahun sebelumnya masih di posisi Rp406,0 miliar.
Masih mengutip data APLN, penyumbang ketiga terbesar adalah proyek Bukit Podomoro Jakarta sebesar Rp176,6 miliar atau setara sekitar 13 persen dari total marketing sales 2025.
Baca juga: Jual Mal, APLN Perkuat Kas dan Likuiditas
Pada 2025, proyek hunian seluas 9,7 hektare ini mencatat penurunan marketing sales sekitar 39 persen bila dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp291,1 miliar.





