Jakarta, landbank.co.id– Konsultan properti PT Leads Property Services Indonesia (Leads Property) menilai bahwa kota Jakarta masih cukup menjanjikan bagi para peritel.
Kota yang saat ini memasuki usia 499 tahun tersebut, mengutip data Leads Property, memiliki ruang pusat perbelanjaan modern seluas 3,58 juta meter persegi (m2).
Leads Property menyebutkan bahwa akumulasi pasokan ruang ritel seluas itu terwujud setelah Jakarta Selatan menyambut Pondok Indah Mall 5 (PIM 5) sebagai perluasan tambahan sekitar 26.400 m2.
“Pasokan tambahan tersebut menunjukkan konsep gaya hidup sebagai bagian dari budaya konsumsi generasi saat ini,” dilansir riset konsultan properti itu, Senin 27 April 2026.
Masih mengutip riset itu, pasar mencatat permintaan triwulanan sebesar 26.465 m2. Tren permintaan bergeser dengan fokus yang lebih kuat pada kategori fesyen dan aksesoris, selain makanan dan minuman yang terus menjadi pendorong permintaan utama.
Baca juga: Bisnis Mal di Jakarta 2026, Begini Kata Konsultan
Ekspansi merek-merek Tiongkok masih menjadi tren. Merek-merek seperti Xiaomi, KKV, Chagee, Molly Tea, dan Top Toy aktif mencari ruang di pasar.
“Yang menarik, pasar ritel Jakarta menyambut merek sepatu kelas atas dari Italia, yaitu Golden Goose yang berlokasi di Plaza Senayan, CBD Jakarta,” dilansir riset itu.
Di sisi lain, meskipun ada tambahan pasokan, tingkat hunian pusat perbelanjaan modern di Jakarta tetap tinggi, namun secara keseluruhan tingkat hunian relatif stabil di angka 90,6 persen karena hanya mengalami kenaikan sebesar 0,1 poin persentase.
Untuk sisa tahun ini, jelas Leads Property, angka tersebut mungkin akan tertekan sementara karena pasokan baru, yang dapat menyebabkan angka tersebut turun menjadi berkisar 88-90 persen.
Baca juga: Agar Kompetitif, Pemilik Mal Bisa Simak In
“Namun, karena permintaan yang berkelanjutan akan terus berlanjut, angka tersebut diperkirakan akan kembali stabil di angka 90 persen hingga 91 persen,” dikutip dari riset tersebut.
Prospek 2026
Sementara itu, karena beberapa pusat perbelanjaan menyesuaikan harga sewa mereka pada kuartal pertama 2026, rata-rata harga sewa secara keseluruhan tercatat sebesar Rp480.400 per meter persegi per bulan, meningkat 2,2 peren dari kuartal sebelumnya.





