Jakarta, landbank.co.id- PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) atau Primaya Hospital Group membidik pertumbuhan pendapatan berkisar 15-20 persen pada 2026.
Tak hanya pendapatan yang ditargetkan bertumbuh, emiten berkode saham PRAY di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini juga menargetkan pertumbuhan EBITDA berkisar 20–25 persen.
Target pertumbuhan PRAY itu seiring fokus perusahaan pada ekspansi jaringan rumah sakit, penguatan layanan unggulan, dan transformasi digital.
Selain itu, sebagai bagian dari strategi pengembangan berkelanjutan, Primaya Hospital juga akan melanjutkan ekspansi melalui pembukaan gedung baru Primaya Hospital PGI Cikini dan Primaya Hospital BSD.
Baca juga: Tambah Rumah Sakit, Laba Medikaloka Hermina Melejit
“Melalui penguatan layanan, inovasi berkelanjutan, dan pengembangan ekosistem kesehatan yang terintegrasi, Primaya Hospital berkomitmen untuk terus tumbuh bersama kebutuhan masyarakat Indonesia,” jelas Leona Agustine Karnali, chief executive officer (CEO) Primaya Hospital Group, dikutip Selasa, 26 Mei 2026.
Sinyal kemampuan bertumbuh PRAY pada 2026 terekam dalam kinerja periode Januari-Maret yang mengoleksi pendapatan Rp686,69 miliar.
Pada kuartal pertama 2026, manajemen Primaya Hospital mengaku meraih pertumbuhan pendapatan sebesar 27 persen dan EBITDA 22 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian ini didorong oleh pertumbuhan rumah sakit baru, peningkatan kinerja sejumlah rumah sakit existing, serta pertumbuhan unit non-rumah sakit seperti Westerindo dan Smart Fertility Clinic.
Baca juga: Primaya Hospital Bekasi Barat Dilengkapi Wellness Center
“Kami percaya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, terpercaya, dan mudah diakses akan terus berkembang. Karena itu, Primaya Hospital terus memperkuat kapasitas layanan, menghadirkan inovasi medis dan digital, serta membangun ekosistem layanan kesehatan yang semakin terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Leona.
Rumah Sakit Baru
Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, Jumat, 22 Mei 2026, manajemen Primaya Hospital menyatakan bahwa pihaknya mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 16 persen pada 2025.
Lalu, EBITDA tumbuh 20 persen, sedangkan laba bersih PRAY meningkat 9 persen.
Baca juga: Operasikan 41 Rumah Sakit, Siloam Berencana Tambah di Kemang dan Manyar
Pertumbuhan ini didukung peningkatan layanan rawat inap dan rawat jalan, pengembangan rumah sakit baru seperti Primaya Hospital Kelapa Gading, RS Ukrida Jakarta, dan RS FMC Bogor, serta penguatan kinerja sejumlah rumah sakit existing di berbagai wilayah Indonesia.





