“Hak Bertempat Tinggal”
Konstitusi, seperti puisi yang baik, sering menyembunyikan kedalaman makna di balik kesederhanaan bahasa.
Dan mungkin kita terlalu lama membacanya secara administratif. Padahal dia meminta dibaca secara filosofis.
Mari kita mulai dari kata kerjanya. Bukan “memiliki”. Melainkan “bertempat”.
Baca juga: Begini Konsep Perkotaan yang Layak Huni, Cek Komentar dari Profesor dan Menteri
Dalam tata bahasa Indonesia, awalan ber- menunjukkan keadaan aktif sekaligus relasional.
Berjalan.
Berbicara.
Bergaul.
Bermukim.
Berkota.
Berhuni.
Bertempat tinggal.
Artinya, konstitusi tidak sedang berbicara mengenai benda yang dimiliki.
Konstitusi sedang berbicara mengenai suatu cara keberadaan.