PANI Ukir Sejarah, Gaet Laba Bersih Rp1,7 Triliun
Laba bersih PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) melejit 484 persen pada semester pertama 2026 dibandingkan dengan periode sama 2025-landbank.id-landbank.id
Jakarta, landbank.co.id- PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mengukir sejarah dalam mengoleksi laba bersih pada semester pertama 2026.
Pada enam bulan pertama 2026, pengembang kota mandiri modern Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) itu membukukan pertumbuhan pendapatan 78 persen menjadi Rp2,9 triliun dibandingkan dengan periode sama 2025.
Bahkan, per akhir Juni 2026, laba bersih emiten berkode saham PANI di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini melejit 484 persen ke posisi Rp1,7 triliun.
Menurut manajemen PANI, pencapaian ini kembali menjadi rekor laba tertinggi dalam sejarah Perseroan, setelah berhasil melampaui rekor yang sama pada tahun sebelumnya.
Pencapaian tersebut didorong oleh serah terima lahan di kawasan CBD PIK2 sebagai kontributor utama pendapatan perusahaan.
BACA JUGA:Prapenjualan Melejit 112 Persen, Bos PANI Bilang Begini
Selain itu, kontribusi dari serah terima hunian dan produk komersial di kawasan PIK2 terus menunjukkan tren yang baik, dengan kontribusi serah terima terbagi di kawasan Rumah Milenial, Permata Hijau Residences, Manhattan Residences, Pantai Bukit Villa, Bukit Nirmala, dan Pasir Putih Residences.
Khusus pada kuartal kedua tahun 2026, PANI juga membukukan angka penjualan yang sangat baik dengan peningkatan sebesar 63 persen quarter on quarter (qoq) atau setara Rp1,8 triliun.
Peningkatan pendapatan perusahaan juga diikuti dengan kenaikan pada laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk menjadi Rp1,1 triliun, meningkat sebesar 89 persen qoq.
Presiden Direktur PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk, Sugianto Kusuma, mengutarakan bahwa pencapaian luar biasa dari PANI pada semester pertama 2026 menjadi momentum penting sekaligus memperkokoh posisi Perseroan.
BACA JUGA:Incar Marketing Sales Rp4,3 Triliun, PANI Andalkan Residensial
"Pendapatan yang meningkat sebesar 78 persen year on year (yoy) dan lonjakan pada kuartal kedua, merupakan catatan sejarah yang luar biasa dalam perjalanan PANI, hal ini menunjukan bahwa PANI masih dipercaya oleh pasar sebagai salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia,” kata dia, dikutip Kamis, 6 Agustus 2026.
Sugianto Kusuma menambahkan, momentum ini akan menjadi acuan kerja PANI untuk dapat mengembangkan kawasan yang bernilai tinggi dan memiliki ekosistem yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
“Pencapaian pada semester pertama 2026 ini merupakan catatan luar biasa, dimana kita kilas balik tiga tahun lalu pendapatan sebesar Rp1,2 triliun dan laba bersih sebesar Rp211 miliar pada semester pertama. Hal ini mencerminkan komitmen PANI sejak transformasi bisnis di tahun 2021 yang terus dijaga, dan hasilnya dapat terlihat melalui laporan keuangan pada kuartal ini,” tutur Sugianto Kusuma.
Disamping pencapain kinerja keuangan yang baik, PANI juga menunjukan peningkatan fundamental yang sangat baik, tercermin dari posisi net cash perusahaan sebesar Rp3,9 trilliun dan peningkatan total ekuitas sebesar 7 persen, menjadi Rp33,7 trilliun, dibandingkan dengan akhir tahun 2025.
BACA JUGA:PANI Kian Kinclong, Ini Pemicunya
Saat ini, PANI mengelola total cadangan lahan seluas 1.809 hektare melalui 12 entitas anak, dengan nilai perolehan Rp38 triliun yang diperoleh dari hasil rights issue dan non preemptive rights issue dalam tiga tahun terakhir.
Didukung hal tersebut, PANI berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dan terus memberikan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.
Di sisi lain, manajemen PANI mengaku bahwa lokasi PIK2 yang didukung konektivitas prima menuju Bandara Soekarno-Hatta via Tol KATARAJA mendorong Perseroan terus berinovasi menghadirkan kawasan hunian dan komersial modern yang adaptif terhadap kebutuhan pasar.
BACA JUGA:Bos PANI Bilang Begini Soal Prospek Properti
Pertumbuhan kawasan yang pesat serta portofolio proyek yang solid menjadikan PANI sebagai pilihan investasi jangka panjang yang menjanjikan, baik bagi investor ritel maupun institusi, lokal hingga mancanegara.
(*)