“Hak Bertempat Tinggal”

“Hak Bertempat Tinggal”

Di suatu rumah.

Di suatu kota.

Di suatu lanskap kenangan.

Di suatu komunitas alumni.

Baca juga: Pentingnya Mitigasi Risiko KPR

Karena itu bagi Heidegger, tempat bukan sekadar koordinat geografis.

Tempat adalah kondisi ontologis keberadaan manusia.

Mungkin karena itulah konstitusi tidak menggunakan kata “memiliki rumah”.

Karena seseorang bisa memiliki rumah tetapi tidak bertempat tinggal.

Contohnya.

Seorang spekulan properti dapat memiliki seratus rumah. Tetapi tidak sedang bertempat tinggal di seratus rumah itu.

Sebaliknya seorang penyewa rumah kontrakan mungkin tidak memiliki apa-apa.

Namun dia sungguh-sungguh bertempat tinggal.

 

Ia yang hidup.