Di sisi lain, kontribusi dari segmen perkantoran terus memberikan kontribusi pendapatan berulang (reccuring income) yang lebih stabil. Tercatat pendapatan dari segmen ini menyumbang Rp15,9 miliar.
Ke depan, Perseroan terus memperkuat strategi pengembangan kawasan real estat terintegrasi, termasuk proyek residensial, komersial, serta industrial estate yang menjadi fokus utama.
Perusahaan yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur ini juga berencana mempercepat pengembangan landbank strategis serta meningkatkan recurring income melalui optimalisasi aset properti investasi dan hospitality.
“Dengan fundamental yang solid dan strategi yang adaptif, Perseroan optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif sepanjang tahun 2026 serta memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.” tutur Budi Agusti.
Baca juga: Laba Bersih Tanrise Property Meninggi
Sementara itu, per akhir Maret 2026, jumlah aset RISE sebesar Rp4,16 triliun, lebih besar bila disandingkan dengan akhir Desember 2025 yang senilai Rp4,04 triliun.
Jumlah liabilitas RISE tercatat naik dari Rp747,45 miliar pada akhir 2025 menjadi sebesar Rp775,72 miliar per akhir Maret 2026.
Di sisi ekuitas, naik menjadi Rp3,39 triliun pada akhir Maret 2026 bila dibandingkan dengan akhir 2025 yang sekitar Rp3,29 triliun.
Baca juga: Tidak Bagi Dividen, RISE Pakai Laba untuk Pengembangan Usaha
Per 31 Maret 2026, para pemegang saham RISE terdiri atas PT Tancorp Global Sentosa sebesar 80,2950 persen, PT Bemeroca Uniti Abadi Harmoni 0,0001 persen, serta lain-lain 19,7049 persen (masing-masing di bawah 5 persen).
(*)





