Repower Bikin Anak Usaha Data Center

Repower Bikin Anak Usaha Data Center

PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) mendirikan anak usaha guna memerluas jaringan usaha serta menciptakan peluang pertumbuhan bisnis, termasuk di lini properti data center-landbank.id-real

Jakarta, landbank.co.id- PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) mendirikan anak usaha guna memerluas jaringan usaha serta menciptakan peluang pertumbuhan bisnis.

Langkah itu dilakukan PT Repower Asia Indonesia Tbk dengan menghadirkan PT Repower Global Sinergitama (RGST) pada 20 Agustus 2026.

Emiten properti berkode saham REAL di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menguasai 99,6 persen saham RGST, sedangkan sisanya, 0,4 persen digenggam oleh PT Harmoni Harum Propertindo.

"Pendirian PT Repower Global Sinergitama (RGST) merupakan langkah strategis Perseroan dalam rangka mendukung pengembangan dan pengelolaan aset-aset properti, memperluas jaringan usaha, serta menciptakan peluang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, termasuk pengembangan Properti Digital Data Center," jelas Sjafardamsah, direktur corporate secretary PT Repower Asia Indonesia Tbk, dikutip Jumat, 21 Agustus 2026.

BACA JUGA:Penjualan Rumah Repower Bergairah

Terkait properti pusat data (data center), area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dinilai masih menjadi incaran investasi fasilitas pusat data.

“Jabodetabek masih menjadi pusat utama pengembangan data center untuk kebutuhan enterprise maupun hyperscale cloud,” tutur Pritesh Swamy, head of Data Centre, Research & Advisory Asia Pacific, Cushman & Wakefield, baru-baru ini.

Selain Jabodetabek, tambah dia, Batam semakin berkembang sebagai lokasi strategis untuk infrastruktur AI dan komputasi berkinerja tinggi (high-performance computing).

“Batam kini semakin berkembang sebagai pusat AI bagi perusahaan yang membutuhkan infrastruktur yang terukur, tangguh, dan siap menghadapi kebutuhan di masa depan,” ujar Pritesh Swamy.

BACA JUGA:Repower Tebar Dividen untuk Kali Pertama, Cek Jadwalnya

Dalam pandangan Cushman & Wakefield, seiring berkembangnya infrastruktur digital di Indonesia, pasar properti komersial juga terus mengalami perubahan di berbagai sektor. 

Cushman & Wakefield menyatakan bahwa Indonesia semakin memerkuat posisinya sebagai salah satu pasar data center dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, didorong oleh percepatan digitalisasi, meningkatnya investasi dari hyperscaler, serta pipeline pengembangan yang kuat.

Berdasarkan riset Cushman & Wakefield, Indonesia saat ini memiliki kapasitas operasional sebesar 468MW, dengan tambahan kapasitas mendatang sebesar 1.957MW yang diproyeksikan akan mulai beroperasi hingga tahun 2030.

Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar data center dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Pasifik.