RISE Masuk Bisnis Kawasan Industri

RISE Masuk Bisnis Kawasan Industri

PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) merangsek ke bisnis kawasan industri setelah mengakuisisi 51 persen saham PT Tunas Triasa Tangguh (TTT) melalui entitas anak PT Millenium Mega Mulia (MMM)-capture rise-

Jakarta, landbank.id- PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) merangsek ke bisnis kawasan industri setelah mengakuisisi 51 persen saham PT Tunas Triasa Tangguh (TTT) melalui entitas anak PT Millenium Mega Mulia (MMM).

Emiten berkode saham RISE di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu menguasai 99,99 persen saham MMM yang berdiri sejak tahun 2011.

Akuisisi ini merupakan langkah strategis Perseroan dalam memperluas portofolio bisnis sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang,” tutur Direktur Utama PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk, Budi Agusti, dalam siaran pers, Selasa, 30 Juni 2026.

Lewat akuisisi yang menggunakan dana internal senilai Rp57,58 miliar itu MMM akan mengelola Tanrise Industrial Park Palembang, Sumatera Selatan seluas 131 hektare.

BACA JUGA:2026, Tanrise Property Operasikan Solaris Villa

Manajemen RISE mengaku bahwa akuisisi itu bukan merupakan transaksi material karena hanya setara sekitar 2,07 persen dari total ekuitas Perseroan per 31 Desember 2025.

Mengutip laporan keuangan Perseroan, per 31 Desember 2025, ekuitas RISE sekitar Rp2,78 triliun, tumbuh dibandingkan setahun sebelumnya yang senilai Rp2,61 triliun.

RISE menilai bahwa prospek pertumbuhan industri dan investasi di Sumatera semakin menjanjikan.

Kami melihat pengembangan kawasan industri memiliki prospek yang menarik seiring meningkatnya kebutuhan lahan industri dan aktivitas investasi di berbagai daerah,” kata Budi.

PT Tunas Triasa Tangguh memiliki aset utama berupa lahan seluas sekitar 131 hektare yang berlokasi di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. 

BACA JUGA:Laba Bersih Tanrise Property Meninggi

Lahan tersebut direncanakan untuk dikembangkan menjadi Tanrise Industrial Park Palembang, sebuah kawasan industri terpadu yang diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas industri dan logistik di wilayah tersebut.

Melalui pengembangan Tanrise Industrial Park Palembang, Perseroan menargetkan terciptanya sumber pertumbuhan baru yang dapat memperkuat portofolio bisnis sekaligus memperluas cakupan usaha di sektor kawasan industri.

Proyek ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah melalui optimalisasi aset, pengembangan kawasan, serta penciptaan sinergi dengan portofolio bisnis Perseroan yang telah ada.

Perseroan meyakini ekspansi ke sektor kawasan industri akan memberikan manfaat strategis dalam jangka menengah dan panjang, antara lain melalui diversifikasi sumber pendapatan, penguatan landbank produktif, serta peningkatan nilai perusahaan. Langkah ini juga memperluas jangkauan bisnis RISE di luar bisnis existing Perseroan lainnya seperti hotel & leisures, bisnis distrik, community living, dan integrated city.

Kehadiran Tanrise Industrial Park Palembang diharapkan menjadi salah satu motor pertumbuhan baru bagi Perseroan ke depan," ujar Budi.

BACA JUGA:Serah Terima Grand Sunrise Menganti Desember 2026

Dari sisi tata kelola, transaksi akuisisi tersebut telah memperoleh pendapat kewajaran (fairness opinion) dari penilai independen dan dinyatakan wajar.

Selain itu, transaksi ini bukan merupakan transaksi material karena hanya setara sekitar 2,07 persen dari total ekuitas Perseroan per 31 Desember 2025, sehingga tidak memberikan dampak material terhadap struktur permodalan Perseroan.

“Ke depan, RISE optimistis pengembangan Tanrise Industrial Park Palembang akan menjadi salah satu pilar pertumbuhan baru yang mampu memperkuat fundamental bisnis sekaligus mendukung peningkatan kinerja keuangan Perseroan secara berkelanjutan,kata Budi.

Sementara itu, per akhir Maret 2026, jumlah aset RISE sebesar Rp4,16 triliun, lebih besar bila disandingkan dengan akhir Desember 2025 yang senilai Rp4,04 triliun.

Jumlah liabilitas RISE tercatat naik dari Rp747,45 miliar pada akhir 2025 menjadi sebesar Rp775,72 miliar per akhir Maret 2026.

BACA JUGA:RISE Ingin Beri Nilai Tambah Jangka Panjang

Di sisi ekuitas, naik menjadi Rp3,39 triliun pada akhir Maret 2026 bila dibandingkan dengan akhir 2025 yang sekitar Rp3,29 triliun.

Per 31 Maret 2026, para pemegang saham RISE terdiri atas PT Tancorp Global Sentosa sebesar 80,2950 persen, PT Bemeroca Uniti Abadi Harmoni 0,0001 persen, serta lain-lain 19,7049 persen (masing-masing di bawah 5 persen).

 

(*)