Jabodetabek Masih Incaran Investasi Data Center

Jabodetabek Masih Incaran Investasi Data Center

Area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) masih menjadi incaran investasi fasilitas pusat data (data center)-landbank.id-

Jakarta, landbank.id- Area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) masih menjadi incaran investasi fasilitas pusat data (data center).

“Jabodetabek masih menjadi pusat utama pengembangan data center untuk kebutuhan enterprise maupun hyperscale cloud,” tutur Pritesh Swamy, head of Data Centre, Research & Advisory Asia Pacific, Cushman & Wakefield, dikutip Rabu, 29 Juli 2026.

Selain Jabodetabek, tambah dia, Batam semakin berkembang sebagai lokasi strategis untuk infrastruktur AI dan komputasi berkinerja tinggi (high-performance computing).

“Batam kini semakin berkembang sebagai pusat AI bagi perusahaan yang membutuhkan infrastruktur yang terukur, tangguh, dan siap menghadapi kebutuhan di masa depan,” ujar Pritesh Swamy.

Dalam pandangan Cushman & Wakefield, seiring berkembangnya infrastruktur digital di Indonesia, pasar properti komersial juga terus mengalami perubahan di berbagai sektor.

Salah satu pengembang kawasan industri di Bekasi, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) memerlihatkan bagaimana permintaan lahan dari investor data center masih cukup tinggi sepanjang semester pertama 2026.

BACA JUGA:Cushman: Okupansi Ruang Ritel Jakarta 77,9 Persen

Melihat potensi yang ada, pengembang Greenland International Industrial Center (GIIC) Kota Deltamas itu bahkan menghadirkan Zona Data Center dengan luas sekitar 300 hektare sejak tahun 2021.

“Dalam pipeline kami sekitar 70 persen dari 85 hektare permintaan lahan industri, berasal dari segmen data center,” kata Tondy Suwanto, direktur dan sekretaris perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk, dikutip Rabu, 29 Juli 2026.

 

Empat Kali Lipat

Sementara itu, Cushman & Wakefield menyatakan bahwa Indonesia semakin memerkuat posisinya sebagai salah satu pasar data center dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, didorong oleh percepatan digitalisasi, meningkatnya investasi dari hyperscaler, serta pipeline pengembangan yang kuat.

Berdasarkan riset Cushman & Wakefield, Indonesia saat ini memiliki kapasitas operasional sebesar 468MW, dengan tambahan kapasitas mendatang sebesar 1.957MW yang diproyeksikan akan mulai beroperasi hingga tahun 2030.

BACA JUGA:DMAS Buka Kartu Kenapa Jadi Incaran Data Center

Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar data center dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Pasifik. Dalam jangka panjang, potensi pertumbuhan tersebut juga didukung oleh sekitar 4,5GW kapasitas yang telah diamankan melalui land bank, sehingga memberikan fondasi yang kuat bagi ekspansi data center di masa mendatang.

Pertumbuhan pasar data center di Indonesia terus didorong oleh meningkatnya adopsi layanan cloud, percepatan digitalisasi di berbagai sektor, pertumbuhan konsumsi data, kebutuhan akan kecerdasan buatan (AI) dan komputasi berkepadatan tinggi (high-density computing), serta ekspansi yang terus dilakukan oleh hyperscaler global dan perusahaan pengguna data center (enterprise occupiers).

Perkembangan ini mendorong permintaan yang berkelanjutan terhadap infrastruktur digital di dalam negeri sekaligus memerkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar data center yang semakin penting di kawasan Asia Pasifik.

Momentum pasar tersebut juga tercermin dari berbagai investasi dan komitmen pendanaan yang diumumkan sepanjang semester pertama 2026.

Sejumlah perusahaan, seperti Princeton Digital Group (PDG), Digital Edge, ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC), DCI Indonesia, Racks Central, dan Firmus Technologies, mengumumkan pengembangan proyek baru, fasilitas pendanaan, maupun rencana ekspansi di Jabodetabek dan Batam.

BACA JUGA:Data Center Sumbang 60 Persen Penjualan Lahan Industri Puradelta Lestari

Jabodetabek masih menjadi tujuan utama pengembangan fasilitas hyperscale dan investasi proyek data center, sedangkan Batam semakin berkembang sebagai lokasi strategis untuk infrastruktur AI dan komputasi berkinerja tinggi.

“Pasar data center Indonesia tengah memasuki fase pertumbuhan baru, di mana konvergensi antara sektor properti, infrastruktur digital, dan investasi modal menciptakan peluang yang semakin besar,” kata Pritesh Swamy.

Dia menegaskan, keberhasilan di tengah dinamika pasar ini akan semakin ditentukan oleh kemampuan dalam mengamankan lokasi yang tepat, ketersediaan pasokan listrik, konektivitas, serta strategi pengembangan yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

“Sekaligus mendukung tujuan pertumbuhan jangka panjang,” urai Pritesh Swamy.

Riset Cushman & Wakefield mencatat bahwa peluang pertumbuhan pasar data center ke depan semakin dipengaruhi oleh kebutuhan pengguna (occupiers), mulai dari skala dan kinerja, keamanan dan kepatuhan, efisiensi biaya, kemudahan pengelolaan dan pemantauan, keandalan sistem dan redundancy, hingga aspek keberlanjutan lingkungan.

Konsultan properti itu juga menyatakan bahwa meskipun Jabodetabek masih menjadi pusat utama permintaan data center di Indonesia, kawasan seperti Batam berada pada posisi yang strategis untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang seiring dengan pesatnya ekspansi infrastruktur digital di Indonesia.

BACA JUGA:Faktor Penting Membangun Data Center di Perkotaan

Seiring berkembangnya infrastruktur digital di Indonesia, pasar properti komersial juga terus mengalami perubahan di berbagai sektor.

(*)