Orang Kaya Indonesia Diprediksi Bertambah

The Wealth Report 2026 besutan Knight Frank memerkirakan, jumlah orang kaya Indonesia menjadi 6.966 orang pada 2031/foto: capture knight frank

“Perkiraan kami menunjukkan bahwa konsentrasi ini akan semakin intensif, dengan AS menyumbang 41 persen dari UHNWI dunia pada 2031,” dikutip dari Laporan Knight Frank.

Di sisi lain, China tetap menjadi kutub utama kedua penciptaan kekayaan, meskipun posisinya relatif melemah.

Bacaan Lainnya

Pangsanya dalam jumlah UHNWI global turun dari 18 persen tahun 2021 menjadi 17 persen pada 2026, dan diproyeksikan akan turun menjadi 15 persen pada 2031.

“Pada praktiknya, hampir setiap negara kehilangan pangsa pasar global untuk mengakomodasi ekspansi kekayaan AS yang tak henti-hentinya,” dilansir Laporan tersebut.

Namun, masih mengutip Laporan Knight Frank, India menonjol sebagai contoh yang menarik. Meskipun hanya menyumbang 2,8 persen dari UHNWI global pada 2026, naik dari sedikit di atas 2 persen lima tahun sebelumnya, lintasan pertumbuhannya jelas meningkat.

Baca juga: Dalam Sepekan, Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia Berubah Drastis

Populasi UHNWI India diperkirakan meningkat dari 19.877 saat ini menjadi 25.217 pada 2031, yang menggarisbawahi peran India yang semakin besar dalam lanskap kekayaan global.

Sementara itu, selain membeberkan pertumbuhan jumlah orang kaya secara global, Knight Frank juga mengingatkan tentang tantangan yang ada saat ini.

Peristiwa baru-baru ini, yakni konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel membuat guncangan menjadi lebih sering terjadi, lebih tidak terduga, dan lebih tertanam dalam dalam sistem ekonomi global.

Padahal, pola seperti itu telah terbentuk oleh pandemi Covid-19 dan perang antara Ukraina dengan Rusia.

Baca juga: Knight Frank: Permintaan Hunian Riil Dorong Pasar Kondominium Jakarta

“Di dunia yang lebih tidak pasti, tantangan bagi investor swasta bukan lagi sekadar menumbuhkan kekayaan, tetapi untuk melestarikan, memposisikan, dan menggunakannya secara cerdas. Laporan Kekayaan 2026 dirancang untuk menyediakan kerangka kerja untuk melakukan hal itu,” dikutip dari Laporan Knight Frank.

 

(*)

Pos terkait