Menurut Nixon LP Napitupulu, direktur utama PT Bank Tabungan Negara Tbk, per kuartal pertama 2026, bank pelat merah itu mencatatkan penyaluran kredit senilai total Rp400,63 triliun atau naik 10,3 persen yoy dari Rp363,11 triliun.
Dari total penyaluran kredit tersebut, di segmen KPR Subsidi, BTN merekam telah menyalurkan kredit senilai Rp193,55 triliun dalam tiga bulan pertama 2026 atau naik 7,7 persen yoy dari Rp179,70 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kemudian, untuk segmen KPR Non-Subsidi, posisi kredit telah mencapai Rp112,56 triliun per kuartal I/2026 atau naik 5,4 persen yoy dari Rp106,81 triliun,” jelas Nixon, dikutip dari laman BTN, baru-baru ini.
Peningkatan nilai KPR sepanjang kuartal pertama 2026 juga ditorehkan oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Bank itu diberitakan mencatat pertumbuhan penyaluran KPR sebesar 5,2 persen (yoy) hingga Maret 2026 ke level Rp142,4 triliun.
Baca juga: Pembeli Rumah Kian Doyan Bayar Tunai
Pada 2026, BCA menargetkan pertumbuhan penyaluran KPR berkisar 6-7 persen disandingkan dengan setahun sebelumnya.
Mengutip laman Perseroan, optimisme ini seiring dengan sejumlah strategi yang disiapkan BCA untuk mendorong penyaluran KPR BCA pada tahun ini.
“Kami memiliki situs rumahsaya.bca.co.id yang menjadi layanan one-stop shopping bagi nasabah yang ingin membeli rumah dengan fasilitas KPR,” jelas Melani Megawati, SVP Consumer Credit Division BCA.
Dia menambahkan, lewat situs ini, nasabah dapat melakukan browsing untuk melihat listing properti dari sejumlah developer dan agen properti yang sudah menjadi mitra BCA.
Baca juga: Loan Factory Diyakini Bikin KPR BTN Lebih Efisien
“Tidak hanya itu, nasabah juga dapat langsung melakukan simulasi kredit dan melakukan pengajuan kredit lewat situs ini,” kata Melani.
(*)





