Komposisi target penjualan mencerminkan dominasi kaveling tanah komersial, dengan kontribusi dari produk residensial dan komersial sebagai penopang kinerja yang mencerminkan fokus Perseroan dalam mengoptimalkan monetisasi kawasan melalui pengembangan CBD PIK2.
CBDK melihat bahwa segmen kaveling tanah komersial akan tetap menjadi pendorong utama kinerja, seiring meningkatnya minat pelaku usaha dan investor dalam mengamankan lokasi strategis di kawasan CBD PIK2.
Sementara itu, permintaan terhadap produk residensial tetap menunjukkan tren positif, didukung oleh pertumbuhan kawasan PIK2 yang semakin matang dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat. Produk komersial seperti ruko, rukan, dan SOHO diproyeksikan terus mencatat permintaan yang solid seiring pertumbuhan ekosistem bisnis di kawasan PIK2.
Meskipun menghadapi dinamika pasar yang cenderung rentan terhadap pergerakan ekonomi nasional dan internasional, CBDK tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang, didukung oleh land bank yang luas, struktur pengembangan kawasan PIK2 yang terencana, serta posisi CBDK sebagai pengembang utama distrik bisnis di PIK2. Dengan fleksibilitas dalam strategi penjualan dan pengembangan, CBDK berada pada posisi yang baik untuk menangkap peluang pertumbuhan seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan PIK2.
Baca juga: Punya Landbank 698 Hektare, CBDK Terus Jaga Momentum
Pengembangan kawasan PIK2 juga semakin diperkuat oleh beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE) sebagai salah satu pusat konvensi dan pameran terbesar di Indonesia.
Kehadiran NICE akan menjadi katalis utama dalam mendorong pertumbuhan sektor MICE serta meningkatkan traffic dan aktivitas ekonomi di kawasan PIK2.
Selain itu, peningkatan konektivitas melalui Tol KATARAJA semakin memperkuat aksesibilitas kawasan PIK2 dan daya tariknya sebagai pusat aktivitas bisnis baru.
”Dengan telah beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition, yang merupakan salah satu area MICE terbesar di Indonesia, kami terus mendorong kegiatan MICE berskala nasional dan internasional dapat diselenggarakan NICE PIK2,” tutur Steven.
Dia menambahkan, pihaknya juga menargetkan pada 2027 Hotel Hilton PIK2 akan mulai beroperasi, sehingga dua proyek baru CBDK ini menjadi sumber pendapatan berulang yang akan mendominasi dari total pendapatan tahunan CBDK.
Baca juga: Raup Rp2,1 Triliun, Ini Otot Marketing Sales CBDK
“Dengan beroperasinya NICE dan Hilton PIK2 ini akan mendorong peningkatan aktivitas bisnis dan memperkuat daya tarik kawasan PIK2 secara keseluruhan, seiring dengan terbentuknya ekosistem yang semakin matang dan terintegrasi sebagai destinasi bisnis nasional bahkan berskala internasional,” kata Steven.
(*)





