Jakarta, landbank.co.id– Pengembang real estat PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mematok target prapenjualan (presales) atau penjualan pemasaran (marketing sales) sebesar Rp563 miliar pada 2026.
Emiten yang mengusung kode saham CBDK di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mengaku bahwa segmen kaveling tanah komersial akan tetap menjadi pendorong utama kinerja.
Presiden Direktur PT Bangun Kosambi Sukses Tbk, Steven Kusumo, melihat bahwa target marketing sales tahun 2026 sebagai refleksi dari semakin kuatnya positioning kawasan CBD PIK2 sebagai pusat aktivitas bisnis.
“Target marketing sales tahun 2026 mencerminkan fokus kami dalam mengoptimalkan monetisasi kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2,” jelas Steven Kusumo, dikutip Jumat 17 April 2026.
Baca juga: CBDK Fokus Recurring Income
Dia menambahkan, CBDK melihat adanya awal pemulihan appetite pelaku usaha untuk mengamankan lahan di lokasi strategis sebagai bagian dari keberlanjutan dan ekspansi usaha ke depan.
Steven menyatakan, penguatan ekosistem kawasan PIK2 menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Pengembang di kawasan Tangerang, Banten dengan total luas bank tanah 702 hektare ini mengaku bahwa pihaknya fokus memenuhi permintaan pasar properti di dalam kawasan terintegrasi dengan menyediakan pusat distrik bisnis yang strategis sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal dan internasional.
Berbekal visi jangka panjang, CBDK berkomitmen untuk menghadirkan produk dan layanan berkualitas, menerapkan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik, sehingga terus meningkatkan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Baca juga: Hotel Hilton Jakarta PIK2 Serap Investasi Rp800 Miliar
Anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) ini juga percaya bahwa pengembangan kawasan PIK2 yang berkelanjutan akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan perusahaan dan kontribusi positif terhadap pembangunan daerah.
Pendapatan Berulang
Dalam mengejar target marketing sales tahun 2026 yang naik sekitar 31 persen year on year (yoy), CBDK menerapkan pendekatan yang tetap selektif dan adaptif terhadap dinamika pasar properti.





