Indonesia Bidik Investasi Pariwisata Rp63,5 Triliun

Kementerian Pariwasata menyebutkan bahwa Indonesia menargetkan realisasi sektor pariwisata nasional mencapai sebanyak Rp63,5 triliun pada 2026/foto: kemenpar

Jakarta, landbank.co.id– Indonesia menargetkan realisasi sektor pariwisata nasional mencapai sebanyak Rp63,5 triliun pada 2026.

Target investasi sektor pariwisata nasional itu, jelas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) selaras dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2025–2029.

Bacaan Lainnya

Kemenpar menyatakan bahwa investasi pariwisata tersebut difokuskan pada tiga destinasi regeneratif dan 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP).

Namun, masih mengutip data Kemenpar, berdasarkan capaian 2025, investasi masih terkonsentrasi di Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau.

“Dari target 65 persen yang harus terpenuhi di 13 destinasi itu, 70 persen ada di destinasi regeneratif. Berarti sebenarnya DPP lainnya masih sangat kecil,” jelas Plt. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 dengan tema “Transformasi Ekosistem Kepariwisataan Nasional Menuju Pencapaian Tahun 2026”, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Baca juga: Realisasi Investasi KEK Kura Kura Bali Terkini

Oleh karena itu, Kemenpar mendorong penguatan sinergi untuk memperluas investasi di destinasi prioritas dan daerah lain yang memiliki potensi besar untuk berkembang.

Rizki menegaskan, pemerintah daerah perlu meningkatkan kesiapan proyek investasi pariwisata agar lebih matang, layak ditawarkan, dan menarik bagi investor.

Selain itu, daerah juga perlu memperkuat kualitas infrastruktur pendukung, konektivitas, serta diversifikasi produk dan layanan wisata.

Penciptaan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan regulasi dan kepastian hukum juga menjadi faktor penting dalam memperkuat kepercayaan investor.

“Menteri Pariwisata telah meminta kami membuat satu forum di mana nantinya daerah-daerah yang memiliki proyek untuk bisa dipertemukan dengan calon investor,” ujar Rizki.

Baca juga: Indonesia Negara Asia Pasifik Pertama yang Punya Pedoman Investasi Pariwisata

Dalam pengembangan produk industri pariwisata, Rizki menjelaskan terdapat enam tren utama yang membentuk preferensi wisatawan global saat ini, yakni nature and adventure, eco-friendly tourism, culinary and gastronomy, cultural immersion, wellness tourism, dan bleisure.

Pos terkait