Kolaborasi ini menjadi wujud dukungan terhadap keberlangsungan usaha lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada wisatawan.
Selain itu, Liberta Malioboro secara berkala menginisiasi dan berpartisipasi dalam kegiatan bersama UMKM lokal, mulai dari event promosi produk, aktivasi komunitas, hingga kolaborasi tematik yang melibatkan pelaku ekonomi kreatif di sekitar kawasan hotel.
Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda terhadap perekonomian lokal.
Baca juga: H-LAMORA Sagan Yogyakarta Bidik Okupansi 80 Persen
“Sebagai hotel yang tumbuh di tengah kawasan budaya, kami ingin menghadirkan pengalaman menginap yang tidak terlepas dari identitas Yogyakarta. Kolaborasi dengan UMKM lokal menjadi bagian penting dari komitmen kami untuk turut menggerakkan ekonomi sekitar,” tutur Etik Andriyanti, manager Hotel Liberta Malioboro.
Dari sisi aksesibilitas, Liberta Malioboro juga menjalin kerja sama dengan Maxride sebagai official transportation partner, guna memberikan kemudahan mobilitas bagi tamu yang ingin mengunjungi berbagai destinasi wisata di Yogyakarta dan sekitarnya.
Sebagai perusahaan manajemen dan pengembangan hotel, Liberta Hotel International menerapkan strategi komersial berbasis data dan praktik industri terbaik dalam pengelolaan asetnya.
Baca juga: Pemilik Hotel di Yogyakarta Ini Getol Tebar Dividen
Pendekatan ini memastikan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan, efisiensi operasional, serta penguatan posisi merek di pasar.
Dengan total 100 kamar dan pendekatan yang mengintegrasikan kenyamanan modern serta nilai-nilai lokal, Liberta Malioboro menegaskan perannya sebagai bagian dari ekosistem pariwisata Yogyakarta yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: Eastparc Hotel Raih Pendapatan Rp44,34 Miliar
(*)




